15 Tahun Bertahan, Rusdianto Kini Menikmati Hasil Ketekunannya Di Bidang Budidaya Ikan

1064
15 TAHUN BERTAHAN, RUSDIANTO KINI MENIKMATI HASIL KETEKUNANNYA DI BIDANG BUDIDAYA IKAN 01
Rusdianto, Pengusaha Budidaya Ikan, di desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur. Foto: Budiyanto - Sebatin.com

Sebatin.com – Keberhasilan usaha bagi sebagian orang mungkin ditentukan oleh ketepatan memilih jenis usaha dan tempat strategis yang dimiliki. Sebagian yang lain ditentukan oleh modal dan mental interpreunership yang melatarbelakanginya. Tapi ada satu hal yang sering dilupakan adalah “keuletan” atau “konsistensi” dalam menggeluti usahanya. Siapapun dan apapun usahanya, jika mengabaikan sikap ulet ini akan sulit mencapai keberhasilan usahanya.

Adalah Rusdianto, pria kelahiran 41 tahun silam ini tergolong salah satu yang ulet. Bayangkan, dia telah 15 tahun menghabiskan waktu menggeluti bidang usaha budidaya ikan. Berbagai jenis ikan, dari lele, patin, gurami, emas, dan ikan nila semuanya pernah dilakoninya. Tak heran jika bapak dua anak ini syarat dengan pengalaman dan sering dijadikan nara sumber pada pelatihan budidaya ikan di berbagai tempat. Semua itu diperoleh tak lepas dari sikap ulet yang dimilki Rusdianto.

Saat di temui Sebatin.com di rumahnya desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur (21/6/16), suami Lilik Suryani ini mengisahkan suka dukanya dalam merintis usaha. Sejak masih bujang, Rusdianto tergolong pria yang suka berusaha. Kegagalan demi kegagalan pernah dialaminya, sampai akhirnya memutuskan untuk menekuni budidaya ikan hingga sekarang.

 15 TAHUN BERTAHAN, RUSDIANTO KINI MENIKMATI HASIL KETEKUNANNYA DI BIDANG BUDIDAYA IKAN 02
Kolam ikan milik Rusdianto di Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur. Foto: Budiyanto – Sebatin.com

Bukan tanpa kendala, rintisan dengan satu dua petak kolam kecil di tahun 2001 membuatnya harus berjuang dan bertahan agar tetap survive. Dengan pengalaman yang masih minim di awal usahanya, pria yang takut dengan hutang bank ini, tak jarang terbentur berbagai persoalan. Dari mulai naik turunnya harga ikan dan pakan yang tak stabil, sampai rumitnya mengurus media kolam, semuanya pernah dirasakannya. Tapi semua masalah itu tak menyurutkan niatnya untuk tetap bertahan menggeluti budidaya ikan. Wal hasil, dalam perjalanan panjangnya diapun akhirnya menikmati hasil jerih payahnya itu. Bedanya, hari ini, mas Rusdi demikian sapaan akrabnya, lebih fokus pada budidaya ikan nila, emas, dan gurami.

Ditanya apa alasan memilih tiga jenis ikan ini untuk dikembangkan, dia menjawab sebenarnya secara umum budidaya ikan yang lain tak jauh berbeda.

“Bedanya, ikan nila, emas, dan gurami ini lebih stabil harganya dan kebutuhan pakannya bisa ditekan dengan cara membuat pakan tambahan seperti azola dan lainnya. Tapi kalau dari sisi fasilitas kolam, sebenarnya jenis ikan ini biayanya lebih mahal. Karena harus menggunakan karpet tambak supaya terhindar dari kebocoran akibat dimakan ikan-ikan tersebut,” pungkasnya.

Saat ini Rusdianto telah memiliki 30 petak kolam di dua tempat berbeda dengan ukuran relatif lebar-lebar. Fasilitas sumur bor dan posisi kolam yang tak jauh dari kanal irigasi, membuat usahanya bisa berkembang hingga kini. Apalagi, pihak pemerintah pun ikut mensupport modal.

“Tidak saya pungkiri, saya pernah dapat bantuan modal dari pemerintah Lampung Timur sebesar Rp. 22.000.000,- dan semuanya sudah saya terapkan sesuai tujuan bantuan itu,” ujarnya.

Yang pasti, seiring pengalamannya yang semakin matang, pria kalem ini sekarang berubah bukan lagi pembudidaya ikan, tapi lebih tepat disebut sebagai pengusaha budidaya ikan. Sebab selain sibuk mengurusi ikan, Ia juga aktif dalam organisasi Kelompok Budidaya Ikan (POSDAKAN ) “Bursa Nila”. Lewat oraganisasi inilah, dirinya sering memberi materi teori dan praktik budidaya ikan. Bravo mas Rusdianto. (Budiyanto).

Tinggalkan Komentar Anda