5.932 Butir Amunisi Tajam Super Hebat Milik Polri Dipindahkan Ke Mabes TNI

458
5.932-Butir-Amunisi-Tajam-Super-Hebat-Milik-Polri-Dipindahkan-Ke-Mabes-TNI-01
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si.

Sebatin.com, Jakarta Pusat – Sebanyak 5.932 amunisi tajam milik Polri yang dikemas dalam 71 Koli (kotak kayu), saat ini telah di pindahkan ke Gudang Amunisi Mabes TNI.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, saat menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya Nomor 73, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto juga membenarkan, bahwa amunisi yang dikemas dalam 71 Koli tersebut adalah amunisi berjenis tajam.

“Amunisi tersebut benar merupakan amunisi tajam sebagaimana yang tertera dalam Katalog (Arsenal Catalogue Bulgaria) dari pabrikan dengan kaliber 40 x 46 mm, dan jarak capainya 400 meter dan radius mematikan 9 meter. Yang dititipkan di Mabes TNI hanya amunisi tajam, untuk senjata sudah dibawa ke Mabes Polri. Untuk waktu penitipan sudah ada aturan yang berlaku, TNI hanya bertanggungbjawab atas penyimpanan”, terang Mayjen TNI Wuryanto.

5.932-Butir-Amunisi-Tajam-Super-Hebat-Milik-Polri-Dipindahkan-Ke-Mabes-TNI-02
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, saat menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Lanjutnya, amunisi tajam tersebut memiliki keistimewaan, yaitu dapat meledak sebanyak dua kali. Menurutnya, setelah ledakan pertama, maka amunisi akan terlontar pada ketinggian 0,5 – 2,5 meter dan meledak dengan pecahan-pecahan logam tajam dari badan amunisi yang berjenis granat (fragmentation) tersebut. Dan amunisi tersebut juga dapat meledak sendiri (self distruction) tanpa ada benturan pada 14-19 detik setelah amunisi keluar laras.

“Sampai saat ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak mempunyai amunisi dengan kemampuan seperti itu. Amunisi yang dimiliki TNI AD, mematikan pada radius 6 meter dan tidak mempunyai fragmentation”, pungkas Mayjen TNI Wuryanto.

(Kolonel Inf Bedali Harefa)
Editor : Embun

Tinggalkan Komentar Anda