Ada Investor Bangun Pabrik Garam di Kalianda, Gubernur Lampung Berikan Dukung Penuh

4
Ada-Investor-Bangun-Pabrik-Garam-di-Kalianda,-Gubernur-Lampung-Berikan-Dukung-Penuh
Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo saat berbincang-bincang dengan pihak Investor, di Rumah Dinas Gubernur Mahan Agung, Selasa (4/12/18).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendukung penuh terkait pembangunan pabrik garam Integrated Seawater Account Technology (ISWAT) PT Mekadaya Danadyaksa Indonesia di Kalianda, Lampung Selatan. Pabrik ini menggandeng perusahaan asal Belanda yang memakai instalasi ISWAT.

“Tentu kita dukung penuh. Ini juga untuk kepentingan masyarakat sekitar, karena nantinya akan ada pengelolaan air laut menjadi air bersih, sehingga mampu menghasilkan air bersih, kemudian menghasilkan listrik, air distilasi, dan garam farmasi, serta pemanfataan-pemanfaatan lain untuk warga Lampung, khususnya sekitar Kalianda. Dan Penyedian air bersih serta listrik itu juga guna menjadi infrastruktur dasar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Lampung Selatan. Perusahaan ini menjadi industri garam farmasi pertama di Indonesia”, ujar Gubernur Ridho di Rumah Dinas Gubernur Mahan Agung, Selasa (4/12/18).

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung Bidang Pariwisata, Widiyo Imam Prasetio, juga menjelaskan, pada Rabu (05/12) besok, pihak investor akan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dalam bentuk kontrak, sekaligus pelaksanaan Soft Launching pembangunan industri nya.

“Investornya itu PT Mekadaya Danadyaksa Indonesia bekerjasama dengan perusahaan teknologi dari Belanda yang bergerak di bidang penyediaan teknologi pengolahan garam. Jadi mereka yang menyiapkan alat-alatnya. Lalu, PT Nusa Sukses Investa mengooperasikan ISWAT. Ini dibangun dengan kerjasama antara investor Indonesia dan pemilik teknologi dari Belanda”, terang Widiyo.

Selain itu, lanjut Widiyo Imam Prasetio, akan mengambil bagian juga, PT Abda Putra Lestari yang membeli produk garam dan air distilasi untuk keperluan industri farmasi. Kemudian pada tahap pembangunan akan dibebaskan lahan seluas 2,1 hektare. “Pak Gubernur sangat mendukung. Kami tadi berbicara proses perizinan, pembebasan lahan, dan lainnya. Kemudian kami melaporkan progres dan mohon petunjuk perizinan yang perlu dilengkapi”, ujarnya.

“Perusahaan ini nantinya akan mampu mengahasilkan 70 ton garam dan 1 juta liter air per hari. Pak Gubernur berharap agar ISWAT ini segera beroperasi. Dan pada pertemuan ini disepakati untuk bisa beroperasi mulai Agustus 2019”, papar Widiyo. (*)

Tinggalkan Komentar Anda