Aktivis Mountaineering Jebolan Mapala UNISI Ragukan Safety Procedure dan Standar Material Flying Fox Kota Metro

40
Aktivis-Mountaineering-Jebolan-Mapala-UNISI-Ragukan-Safety-Procedure-dan-Standar-Material-Flying-Fox-Kota-Metro
Proyek pembangunan Wahana Flying Fox, di Sumbersari, Bantul, Kecamatan Metro Pusat

Sebatin.com, Kota Metro – Material proyek pembangunan Wahana wisata Flying Fox di Sumbersari, Bantul, Kecamatan Metro Selatan, yang di bangun oleh Pemerintah Kota Metro, melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dengan nilai Rp 2 Miliar tersebut, secara keseluruhan, masih belum memenuhi standar kelayakan dalam hal keamanan. Hal tersebut di katakan Hendy Dwi Putra, salah seorang Pengamat Safety Procedure, yang juga seorang Aktivis Mountaineering jebolan Mapala UNISI Jogjakarta, Selasa (22/1/19) kemarin.

Menurutnya, beberapa material yang dirasa masih belum memenuhi standar kelayakan tersebut, yaitu pada Wire Rope (kawat Flying Fox, red) pada rentang 700 meter, bahan pagar yang digunakan, dan perencanaan lantai yang kurang baik.

“Kalau yang bentang 200 meter dilihat dari ukurannya sudah sesuai, dan jenis kawatnya juga sudah sesuai, yaitu 7X19 IWRC dengan diameter 12 mm. Tapi yang untuk bentangan 700 meter ini, diameternya kurang besar, paling tidak yang ukuran 16 mm. Dan untuk yang panjang 700 meter, ini hanya 12 mm”, kata Hendy, saat melaksanakan tinjauan langsung ke lokasi proyek Wahana Flying Fox.

“Dan untuk yang rentang 200 meter, sudah standar, ukurannya 12 mm, jenis kawat, dan cara penyambungan kawatnya juga sudah standart. Klemnya juga sudah standar”, tambahnya.

Aktivis-Mountaineering-Jebolan-Mapala-UNISI-Ragukan-Safety-Procedure-dan-Standar-Material-Flying-Fox-Kota-Metro-01
Hendy Dwi Putra, Pengamat Safety Procedure, yang juga seorang Aktivis Mountaineering jebolan Mapala UNISI Jogjakarta, saat meninjau langsung lokasi proyek Wahana Flying Fox, di Sumbersari, Bantul, Selasa (22/1/19).

Namun, lanjut Hendy, material pagar dan lantai menurutnya masih belum standar, karena dinilai bisa menimbulkan keraguan dari calon pengguna wahana tersebut dikarenakan tidak kokoh dan goyang. “Di sini yang kita pertanyakan justru di matrial pagar pengaman”, ujarnya.

“Pagar pengaman ini pakai galvanis yang jenisnya sangat tipis, harusnya yang tebal. Kemudian perencanaan kontruksi lantai, karena ini permainan yang resikonya tingkat tinggi, supaya yang menggunakan benar benar yakin, bahwa ini adalah aman. Dan ini sebetulnya gak boleh terjadi, ini kan mantul (sambil memperagakan gerakan menginjak, red), walaupun dari besi yang tebal ini kan mantul ini loh, dan ketika orang menginjak lantai yang mantul begini, apalagi di ketinggian, orang pasti sudah gemetar duluan, karena kurang kerangka, harusnya ditambah lagi kerangkanya, jangan terlalu lebar sehingga kerangka ini betul-betul kokoh”, urai Hendy.

Selain itu, Hendy Dwi Putra juga meragukan terkait tenaga pendamping yang nantinya akan dipekerjakan dalam pengoperasionalan Wahana Flying Fox tersebut. Menurutnya, tenaga pendamping tersebut nantinya harus yang benar-benar ahli di bidangnya dan bukan asal comot.

“Jadi, petugas-petugas yang disiapkan di sini pun harus yang terlatih, bagaimana dia memeriksa peralatan yang terpasang, seperti hardness, bangunan, carabiner screw-nya juga apakah sudah terkunci, dan tentunya nanti juga harus dilakukan pelatihan-pelatihan bagi para pendamping. Jadi pendampingnya nanti betul-betul memiliki pengetahuan dan keahlian”, Hendy Dwi Putra.

Dirinya juga mengingatkan, sebelum melakukan Grand Launching, seharusnya dilakukan lebih dulu uji kelayakan, apakah seluruh peralatannya sudah terpenuhi sesuai standar. “Tujuannya untuk safety procedure karena ini sudah menyangkut masalah nyawa”, tandasnya.

“Satu hal lagi, menurut penilaian saya, untuk progres pengerjaan Flying Fox ini barulah mencapai 60 persen, belum mencapai 90 persen. Contohnya ini (menunjuk kawat Flying Fox, red) baru terpasang, kemudian parkir kendaraan baru perataan, lalu tower yang di sana (towe finis, red), jalurnya apakah benar panjangnya 700 meter”, pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda