Anna Morinda : Proyek Drainase Asal Jadi Ini Tak Bisa Dibiarkan !

301
Anna Morinda Proyek Drainase Asal Jadi Ini Tak Bisa Dibiarkan !
Anna Morinda saat meninjau langsung proyek drainase di Jalan Nuri, RT 47 RW 10, Kelurahan Banjar Sari, Metro Utara, Sabtu (12/11/2016). Foto Facebook

Sebatin.com, Kota Metro – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro Anna Morinda, dibuat geram dengan kondisi pekerjaan drainase di Jalan Nuri, RT 47 RW 10, Kelurahan Banjar Sari, Metro Utara yang terkesan asal-asalan.

Warga sekitar mempersoalkan pengerjaan proyek tersebut, pasalnya kondisi pembangunan drainase yang tidak selesai, malah menyebabkan banjir jika hujan turun. Anna Morinda pun turun langsung kelokasi dan menyaksikan drainase yang sempit karena hanya dikerjakan pada sisi badan jalan.

“Waduh, kalau drainase seperti ini tentu saja bisa menjadi penyebab banjir jika turun hujan, ini tidak bisa dibiarkan,” ucap Anna Morinda yang langsung meninjau pembangunan drainase tersebut, Sabtu (12/11/2016) lalu.

Dirinya berjanji, akan menegur dinas terkait untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. Terlebih, pihaknya juga telah menerima pengaduan dari warga. Anna juga meminta kepada dinas terkait untuk segera memeriksa apakah pembangunan drainase yang hanya dikerjakan pada sisi badan jalan itu include dengan pekerjaan jalan atau memang terpisah.

“Saya akan cek dulu ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Itu drainase include dengan pekerjaan pengaspalan jalan atau terpisah. Kalau memang terpisah harus segera diusulkan,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Rukun Warga (RW) setempat, Sri Rahmadi, menurutnya warga memprotes pembangunan drainase di Jalan Nuri. Hal ini, lantaran drainase yang hanya dikerjakan pada sisi badan jalan, praktis membuat sempit drainase tersebut. Akibatnya, pada saat hujan turun, air meluap kemana-mana dan masuk kehalaman rumah warga yang ada di sisi sebelah kanan jalan.

“Drainase hanya dikerjakan pada sisi badan jalan, sehingga drainase jadi sempit, kalau hujan air langsung meluap dan masuk kepekarangan warga,” ujar Sri Rahmadi.

Dirinya juga pernah menanyakan kepada pelaksana proyek, soal drainase yang hanya dikerjakan pada sisi badan jalan tersebut. Namun, pihak rekanan beralasan, kalau drainase digali, dikhawatirkan pagar tembok yang ada di sepanjang drainase tersebut bisa roboh.

Lurah Banjar Sari, Metro Utara Ismadi Sumiarso menambahkan, hingga pekerjaan selesai, termasuk pekerjaan pengaspalan Jalan Nuri, pekerjaan drainase tak kunjung diselesaikan.

“Saya juga pernah menanyakan hal itu kepada pelaksana pekerjaan,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda