Antisipasi Penyebaran Virus HIV Pemkab Lamtim Rancang Perda Tes Kesehatan Pra Nikah

732
Antisipasi Penyebaran Virus HIV Pemkab Lamtim Rancang Perda Tes Kesehatan Pra Nikah
Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim

Sebatin.com – Berkenaan dengan upaya pengawasan dan pencegahan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) AIDS di Lampung Timur (Lamtim), dari para buruh migrant yang telah pulang ke Lamtim, mengalami kendala.

Data jumlah buruh migran yang tidak jelas mengakibatkan sulitnya pengawasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Lampung Timur (Lamtim) guna mencegah penyebaran virus HIV AIDS.

Bupati Lampung Timur Hj. Chusnunia Chalim mengatakan, guna mencegah penyebaran virus HIV AIDS melalui buruh migrant, dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap buruh migran yang akan berangkat atau kembali dari luar negeri. Namun kendalanya data jumlah TKI asal Lamtim tidak jelas, sebab banyak warga Lamtim yang menjadi buruh migran melalui jalur non formal.

“Data jumlah buruh migran di Lamtim pernah saya tanyakan dalam rakor, berapa buruh migrant yang masih berada di luar negeri dan berapa yang sudah pulang serta berapa yang masih dalam penampungan namun tidak ada yang mengetahuinya” terang Bupati saat ditemui usai acara panen raya di Desa Wonokarto, Kecamatan Sekampung, Lamtim, selasa (26/4/2016).

Menurutnya, sulitnya melakukan pendataan terkait buruh migran, karena masih banyak jalur tikus yang dapat dipergunakan menuju tempat bekerja di luar negeri.

“Hasil diskusi dengan BNP2 TKI, diakui sulit mendata jumlah TKI, meski ada kabar yang belum tentu kebenarannya terkait ada jalur tikus yang dapat digunakan untuk keluar negeri,” tegasnya.

Bupati menambahkan buruh migran yang terkena virus HIV rata-rata bekerja di daerah wisata. Setelah pulang ke tanah air dan menikah, saat itu lah terjadi penyebaran virus HIV.

Pemerintah Kabupaten Lamtim akan membuat Peraturan Daerah (Perda) dimana akan mengatur tes kesehatan sebelum melaksanakan pernikahan. Perda tersebut juga akan mengatur terkait perlindungan TKI, yang mencakup masalah kesehatan mulai dari berangkat juga saat kembali agar dilakukan tes kesehatan.

“Pembuatan Perda menunggu hasil revisi UU nomor 39 tentang buruh migran guna mencegah penyebaran penyakit mematikan tersebut,” tambahnya.

Saat ini tercatat sebanyak 84 orang positif HIV AIDS masih hidup, 36 orang telah meninggal dan 11 orang keluar dari Lamtim. Data ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Lamtim dengan Dinas Kesehatan Lamtim, pada Senin (25/4/2016). (Embun)

Tinggalkan Komentar Anda