APBD Perubahan 2019 Kota Metro Disahkan

1
APBD Perubahan 2019 Kota Metro Disahkan
Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda di dampingi Walikota dan Wakil Walikota Metro saat menandatangani berkas pengesahan APBDP Kota Metro Tahun 2019.

Sebatin.com, Kota Metro – Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda secara langsung memimpin rapat Paripurna Pengambilan Keputusan atas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019, di ruang sidang DPRD setempat, Jumat (09/08/19).

Turut hadir dalam paripurna tersebut, Walikota Metro, Achmad Pairin didampingi Wakil Walikota Metro, Djohan.

Dalam sambutannya, Walikota Metro Achmad Pairin menyampaikan, anggaran pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami kenaikan sebesar Rp 15 miliar, dari anggaran awal sebesar Rp 890 menjadi Rp 905 miliar, atau naik sebesar 1,7 persen.

“Jumlah belanja diproyeksikan sebesar Rp 989,5 miliar. Kondisi ini menyebabkan defsit sekitar Rp 83,5 miliar. Defsit ini akan ditutupi dari pos pembiayaan yang berasal dari dana SILPA sebesar Rp 85,5 miliar, serta pengeluaran pembiayaan tetap Rp 2 miliar untuk penyertaan modal Bank Lampung,” papar Ahmad Pairin.

Senada disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banang) DPRD Kota Metro, Anna Morinda melalui Anggota Banang DPRD, Melinda. Banang menyampaikan bahwa untuk PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah mengalami kenaikan sebesar Rp 11,7 miliar dari anggaran awal sebesar Rp 142,6 miliar menjadi Rp 154,3 miliar, atau naik sebesar 8,2 persen.

Komponen pendapatan daerah lainnya dari dana perimbangan yang terdiri dari komponen dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum (DAU) serta dana alokasi khusus (DAK) mengalami penurunan sebesar Rp 5,7 miliar dari anggaran awal sebesar Rp 658,3 miliar, sehingga menjadi Rp 652,5 miliar atau sebesar 0,9 persen. “Lain-lain pendapatan yang sah mengalami kenaikan sebesar Rp 9,1 miliar, dari anggaran awal sebesar Rp 89,8 miliar, menjadi Rp 99,0 miliar, atau naik sebesar 10,2 persen,” paparnya.

Sementara itu, untuk anggaran belanja daerah yang terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung mengalami kenaikan sebesar Rp 46,9 miliar dari anggaran semula sebesar Rp 942,5 miliar menjadi Rp 989,5 miliar, atau naik sebesar 5,0 persen.

Adapun belanja daerah tersebut terdiri dari belanja tidak langsung yang mengalami penurunan sebesar Rp 10,4 miliar dari anggaran awal sebesar Rp 395,9 milir menjadi Rp 385,4 miliar atau sebesar 2,7 persen. Sedangkan untuk belanja langsung mengalami kenaikan sebesar Rp 57,4 miliar dari anggaran semula Rp 546,6 miliar menjadi Rp 604,1 miliar atau sebesar 10,5 persen. “Dari keterangan diatas maka dapat digambarkan bahwa struktur perubahan APBD tahun anggaran 2019 mengalami defsit sebesar Rp 31,8 miliar dari anggaran semula Rp 51,7 miliar menjadi Rp 83,5 miliar atau sebesar 61,5 persen,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda