Asisten Teritorial Panglima TNI: Resolusi Jihad Sangat Erat Hubungannya Dengan Hari Pahlawan

664
Asisten Teritorial Panglima TNI: Resolusi Jihad Sangat Erat Hubungannya Dengan Hari Pahlawan
Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto saat menghadiri Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad, di Aula H. Bachir Achmad Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2016). Foto: Dok. Puspen TNI

Sebatin.com, Jombang, Jawa Timur – Mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto menghadiri Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad, di Aula H. Bachir Achmad Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2016).

Dalam rapat yang mengusung tema “Meneguhkan Kedaulatan Bangsa” tersebut, Mayjen TNI Wiyarto mengatakan, bahwa Resolusi Jihad itu sangat erat hubungannya dengan Hari Pahlawan 10 November. Jihad Fisabililah ini mempunyai nilai sejarah yang selama ini tidak pernah digali arti dan maknanya.

Menurut Mayjen TNI Wiyarto, sejarah mencetak negeri ini (NKRI) dengan semangat fisabilillah dan pengabdian yang tinggi dari para ulama dan santri yang telah berjuang pada saat itu, hingga dapat merebut kemerdekaan yang bisa dinikmati sampai dengan hari ini.

“Mungkin tidak akan pernah ada Hari Pahlawan 10 November, apabila tidak ada Resolusi Jihad, dan mungkin kita tidak pernah merdeka sampai sekarang,” kata Aster Panglima TNI.

Lebih lanjut Aster Panglima TNI mengatakan, bahwa pada saat merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para ulama dan santri yang turun ke medan pertempuran, itu hukumnya adalah wajib. Menurut keterangan Aster Panglima TNI, hal ini pernah dikatakan K.H. Hasyim Ashari pada zaman pemerintahan Soekarno, yaitu;

“Apabila kita semua melakukan perlawanan atau perang merebut kemerdekaan, itu hukumnya wajib atau fardu Ain, dan itu adalah Jihad Fisabilillah perang suci di jalan Allah SWT,” katanya.

Masih pada kesempatan yang sama, Mayjen TNI Wiyarto juga mengungkapkan, bahwasanya Indonesia sebagai negara Islam terbesar dan Islam yang paling demokratis, memiliki kesopanan dan kesantunan yang telah tersohor di dunia. Oleh karena itu, Mayjen TNI Wiyarto menegaskan untuk tetap menjaga persatuan bangsa dan jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat menghancurkannya.

“Insya Allah dengan semangat kebangsaan yang telah disampaikan para Kyai tadi, kedepan kita bergandengan tangan untuk bersilahturahmi menjaga NKRI dan Ukhuwah Islamiyah. Itulah aspek tujuan kami, khususnya dari TNI,” pungkas Mayjen TNI Wiyarto.

Dalam Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad tersebut, juga dihadiri oleh Kapusbintal TNI Laksma TNI Ir. Daradjat Hidajat, M.A.P., Kasdam V/Brw Brigjen TNI Rahmat Pribadi, KH. Salahudin Wahid, Kyai Sholeh Qosim, Kyai Maimun Zubair, Kyai Anwar Mansur, dan Habib Sholeh Al Jufri, serta ribuan santri dan santriwati se-Indonesia. (Rls Puspen TNI/Red)

Tinggalkan Komentar Anda