ASPEKINDO Lampung : Permasalahan Ini Akan Kami Bawa ke LKPP, Bahkan ke Tingkat Yang Lebih Tinggi

603
ASPEKINDO Lampung : Permasalahan Ini Akan Kami Bawa ke LKPP, Bahkan ke Tingkat Yang Lebih Tinggi 00
Perwakilan ASPEKINDO Lampung laporkan adanya kejanggalan proses lelang proyek Kota Metro kepada Kejari, Selasa (23/05/2017)

Sebatin.com, Kota Metro – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro, melalui Kasi Pidsus Iskandar Welang menerima kehadiran Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Provinsi Lampung, guna melaporkan tentang adanya kejanggalan dalam proses kegiatan lelang proyek pembangunan fisik di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) yang dilakukan Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULP), Selasa (23/05/2017).

Usai laporannya, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Provinsi Lampung Affandi Atmanegara, kepada sebatin.com menerangkan, kedatangannya ini guna melaporkan tentang adanya kejanggalan lelang proyek Penataan Taman Atau Lapangan Samber dengan nilai Rp 1.150.000.000 dan Rehabilitasi Lapangan Tenis Indoor di Kelurahan Yosodadi, Metro Timur dengan nilai Rp 1.049.447.600 di Disporapar.

”Anggota kami CV Karunia Embun Pagi dan CV Anggi, ada pada urutan pertama dan kedua untuk penawaran terendah. Yaitu sebesar Rp 948.964.000 dan Rp 1.085.000.000. Urutan ketiga terendah CV Guna Usaha dengan nilai penawaran Rp 1.136.540.000. Tetapi saat verifikasi berkas kami tidak mendapat pemberitahuan. Hanya urutan ketiga yang diundang”, terangnya.

ASPEKINDO Lampung : Permasalahan Ini Akan Kami Bawa ke LKPP, Bahkan ke Tingkat Yang Lebih Tinggi  01
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Provinsi Lampung Affandi Atmanegara, saat menjelaskan maksud dan tujuannya ke Kajari Kota Metro kepada rekan-rekan media, Selasa (23/05/2017)

Lanjutnya, bahkan ULP pun merubah jadwal verifikasi berkas yang sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 17-19 Mei, maju menjadi tanggal 15 Mei. Tanpa adanya pemberitahuan via email, telpon atau melalui surat resmi.

”Begitu juga pada pekerjaan Rehabilitasi Lapangan Tenis Indoor. CV Anggi dan CV Farabi Bersaudara urutan pertama dan kedua penawaran terendah sebesar Rp 844.500.000 dan Rp 859.811.000 juga tidak diundang untuk verifikasi berkas. Hanya CV Mulyosari Mandiri Rp 1.007.000.000 urutan ketiga penawaran terendah yang diundang”, bebernya.

Affandi juga mengatakan, berdasarkan Pepres Nomor 54 2010 Pasal 70 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, peringkat satu, dua, dan tiga wajib diundang. Namun yang terjadi saat ini sebaliknya.

”Kami berharap ada tindaklanjut dari kejaksaan sesuai prosesdur yang seharusnya. Persoalan ini juga akan kami laporkan ke LKPP. Bahkan ke tingkat yang lebih tinggi. Jangan dibiarkan yang seperti ini, judulnya lelang terbuka tapi tertutup. Bagaimana generasi muda bisa bersaing jika saat proses lelangnya saja sudah seperti ini”, tegasnya.

ASPEKINDO Lampung : Permasalahan Ini Akan Kami Bawa ke LKPP, Bahkan ke Tingkat Yang Lebih Tinggi  02
Kepala ULP Kota Metro, Surahman, memberikan klarifikasi kepada rekan media terkait permasalahan yang dilaporkan ASPEKINDO Lampung. Selasa (23/05/2017).

Sementara itu, Kepala ULP Kota Metro, Surahman saat di temui sebatin.com diruang kerjanya mengaku, jika setiap tahapan dalam proses lelang proyek telah dilakukan sesuai prosedur. Terkait CV Karunia Embun Pagi, CV Anggi, dan CV Farabi Bersaudara yang dilaporkan Aspekindo, pihak ULP telah menjawab sanggahan dari perusahaan tersebut.

”Semua data bisa dilihat di LPSE Kota Metro. Dari pendaftaran sampai pemenang. Kemarin sudah ada sanggahan dan sudah kita balas via elektronik, harusnya bisa lihat, itu semua dengan kekurangan kenapa tidak lulus. Jadi kalau tidak lulus ya memang tidak diundang verifikasi sekalipun penawar terendah. Bisa dilihat kok. Soal perubahan jadwal, itu juga kewenangan ULP untuk merubahnya. Dan jika dirubah sistem itu secara otomatis langsung ada pemberitahuan ke email peserta. Karena prinsipnya lebih cepat lebih baik”, jelasnya.

(Ade Embun)

Tinggalkan Komentar Anda