Awas, Presiden AS Sedang Mengembangkan Senjata Nuklir

145
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto : Antara

Sebatin.com, Jakarta – Untuk membalas serangan dari negara lain, pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang sedang dipimpin oleh Donald Trump, berencana mengembangkan senjata nuklir dan memperbesar penggunaannya. Hal itu disebutkan oleh salah satu bocoran dokumen kebijakan AS.

Kebijakan itu, mendapat banyak kecaman dari sejumlah pakar pengendalian senjata. Sebab, hal itu dianggap memantik ancaman terjadinya perang nuklir yang semaki besar. Namun pihak Pentagon enggan berkomentar terkait data yang disiarkan oleh “Huffington Post”.

“`Nuclear Posture Review` itu belum selesai dan masih akan ditinjau kembali dan harus disetujui oleh presiden dan menteri pertahanan,” kata Pentagon seperti yang dikutip dari situs Antara.

Dari sumber yang sama juga dijelaskan bahwa, sumber Reuters membenarkan keaslian dari dokumen tersebut. Akan tetapi hal itu belum pasti, apakah dokumen tersebut akan disampaikan ke Presiden Donald Trump atau tidak.

Sebelumnya, dokumen yang sama pada tahun 2010 di masa pemerintahan Barrack Obama menyebutkan bahwa, AS akan mengurangi penggunaan senjata nuklir. Namun, bagi penerusnya itu, Trump, ia membantah pernyataan Obama bahwa sudah semakin tidak relevan apabila menggunakan senjata Nuklir.

“Dunia semakin berbahaya, bukan sebaliknya,” kata dokumen itu.

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa penggunaan senjata nuklir menjadi salah satu kebijakan modernisasi senjata AS yang sudah tua, selain itu, juga senjata nuklir untuk mencegah serangan musuh terhadap AS.

Untuk biaya modernisasi dan pemeliharaan senjata AS selama 30 tahun, Badan Anggaran negeri Paman Sam itu memperkirakan memakan anggaran biaya sebesar USD 1,2 Triliun, saat Kongres.

Sementara dokumen baru mengatakan untuk pemeliharaan senjata yang sudah ada, dibutuhkan separuh dari anggaran modernisasi senjata, yakni sebesar USD 600 Miliar. Katanya, pertahanan nuklir juga lebih murah dari anggaran perang.

Dokumen itu menyebut, selain provokasi nuklir Korea Utara yang mengancam perdamaian dunia, Rusia dan China juga sudah memperbaharui gudang senjata nuklir mereka.

Bahkan bocoran itu menyebut secara rinci, bahwa AS akan mengembangkan rudal hulu ledak yang mampu dikendalikan dari kapal laut. Selain itu, akan AS berencana untuk mengembangkan rudal kendali bawah laut untuk dipasangkan bom atom.

Kemungkinan, kata dokumen yang sama, saat situasi ekstrem, AS akan merespon dengan serangan nuklir termasuk situasi non-nuklir yang strategis.

Sumber : Antara
Editor    : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda