Bakamla RI Tangkap Kapal Muat Peralatan Elektronik Ilegal

227
Bakamla RI Tangkap Kapal Muat Peralatan Elektronik Ilegal 01
Nasional (KN) Belut Laut 4806 Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI).

Sebatin.com, Batam – Kapal Nasional (KN) Belut Laut 4806 Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI), dikomandani Mayor Laut Hadi Syafruddin, berhasil menangkap dua kapal kargo kayu dengan muatan tidak sesuai manifest kapal, di Perairan Batam, Senin (7/8/2017) pada pukul 21.45 wib.

Secara kronologis, penangkapan diawali pada saat Kapal Bakamla RI melaksanakan giat patroli rutin guna melakukan pengawasan di wilayah zona Kamla Barat, dan mendapati sebuah kapal kargo KM BJ 19 berbobot 166 GT. Seperti biasa, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kapal tidak melakukan aktivitas illegal.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, didapati kapal yang membawa 8 ABK tersebut berlayar tanpa nakhkoda, dan juga muatan yang dibawa tidak sesuai keterangan yang tercantum pada manifest. Petugas menemukan adanya muatan barang bekas berupa tas-tas bekas dan beberapa barang elektronik bekas yang tidak dicantumkan dalam manifest.

Bakamla RI Tangkap Kapal Muat Peralatan Elektronik Ilegal 02
Kapal Kargo KM BJ 19 berbobot 166 GT yang di duga memuat peralatan elektronik ilegal di Perairan Batam, Senin (7/8/2017) pada pukul 21.45 wib.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, kapal patroli juga mendapati keberadaan kapal KM BI 10, dan kemudian dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, kapal berbobot 212 GT dan membawa 10 ABK tersebut diduga juga melakukan pelanggaran yang sama, yaitu nakhkoda tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi. Selain itu didapati pula bahwa muatan yang dibawa tidak sesuai manifest. Dalam kapal ditemukan beberapa barang dalam kemasan yang tidak tercantum dalam manifest berupa onderdil sepeda motor.

Atas pelanggaran yang dilakukan, kedua kapal diduga melanggar UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Selanjutnya kapal tangkapan dikawal menuju Pelabuhan Sekupang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

(Rls. Humas Bakamla RI / Kapten Mar Mardiono)

Tinggalkan Komentar Anda