Bangun Lahan Parkir, Pemkot Metro Akan Gusur IAI Agus Salim

396
Bangun Lahan Parkir, Pemkot Metro Akan Gusur IAI Agus Salim
Pengurus YPPIL saat melakukan pengaduan ke DPRD Kota Metro, Rabu (17/05/2017). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berencana akan membuat lahan parkir di atas lahan yang saat ini ditempati Institusi Yayasan Pusat Pendidikan Islam (YPPI) Lampung. Karenanya, pihak pengurus YPPIL mengadukan hal tersebut ke DPRD Kota Metro, Rabu (17/05/2016).

Rektor Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim Achmad Choiri didampingi Ketua I Bidang Pendidikan Tinggi Khusnul Fatarip mengatakan, yayasan diberi waktu 6 bulan untuk pindah dari gedung tersebut. Pengurus yayasan, merasa prihatin lantaran gedung tersebut akan dibangun lahan parkir untuk wisma haji Al-Khairiyah.

Kepada anggota DPRD dari lintas fraksi, ia menjelaskan bahwa bangunan tersebut sudah digunakan untuk sekolah formal sejak tahun 1963. Namun, untuk yayasan pendidikan Islam sudah sejak tahun 1956.

“Pada tahun 2003 itu keluar sertifikat bahwa tanah tersebut milik Pemkot. Tapi dalam sertifikat itu disebutkan bahwa yayasan pendidikan Islam selama masih dibutuhkan. Kemudian pada tahun 2012 pengurus yayasan mendirikan STKIP Kumala dengan syarat pihak yayasan harus punya tanah sendiri atau sewa. Akhirnya tanah itu yang awalnya kita pakai saja kemudian kita sewa hingga 2017,” jelasnya.

Pada tahun 2013, kata dia, ada MoU antara pihak yayasan dan Wali Kota Metro pada saat itu, yakni Lukman Hakim. Di mana, dalam MoU tersebut ada klausul jika bangunan tersebut hendak digunakan Pemkot, maka YPPI akan mendapatkan ganti rugi bangunan serta fasilitas yang setara.

“Saat kita mau perpanjang datanglah surat dari Pemkot bahwa sewa tanah tersebut tidak bisa diperpanjang. Itu sampai 3 kali suratnya, pertama pada bulan April dan terakhir tanggal 5 Mei kemarin. Kami kemudian melakukan pertemuan dengan Pemkot, kemudian secara lisan pak Supriyadi itu meminta kita mengosongkan gedung tersebut dalam 6 bulan karena mau dijadikan lahan parkir,” ungkapnya.

Pengawas YPI Fathur Rohim menambahkan YPPIL sudah bertahun-tahun berkontribusi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Metro. Di mana, sudah banyak lulusan baik itu dari SMP maupun perguruan tinggi.

“Dengan kejadian ini visi Kota Metro yang terdengar indah sampai di luar sana tercoreng dan merobek jantung Bumi Sai Wawai sebagai Kota Pendidikan. Kami berharap DPRD bisa memberikan solusi agar kami masih tetap bisa berkontribusi sesuai visi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II Tondi Nasution mengaku DPRD masih setuju jika YPPI tetap bertahan. Pasalnya, kata dia, kota yang tidak mempunyai visi kota pendidikan tidak akan menutup sekolah. Apalagi, Kota Metro yang jelas-jelas mempunyai visi sebagai Kota Pendidikan.

“Kalaupun harus pindah harus ada solusi yang tidak menyakitkan salah satu pihak. Nanti kita lihat MoU-nya dan kita panggil eksekutif,” paparnya.

Sekretaris Komisi II Yulianto menambahkan, DPRD akan membahas permasalahan tersebut bersama lintas komisi. Nantinya, DPRD juga akan memanggil eksekutis untuk mencari solusi permasalahan ini. (Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda