Bank Sampah Wijaya Kusuma Dapat CSR Dari Bank Lampung

1305
Bank Sampah Wijaya Kusuma Dapat CSR Dari Bank Lampung
Bank sampah Wijaya Kusuma memperoleh bantuan dana CSR dari Bank Lampung untuk pembelian Bentor (gerobak motor).

Sebatin.com – Pengurus Bank Sampah Wijaya Kusuma, kelurahan Tejoagung, kecamatan Metro Timur, boleh berlega hati. Pasalnya, harapan tersedianya berbagai fasilitas yang dibutuhkan, sedikit demi sedikit mulai terpenuhi. Meskipun bantuan pemerintah dan swasta yang ada belum sepenuhnya cukup, tapi setidaknya mampu memompa semangat pengurus untuk tetap survive menjalankan roda usahanya.

Ibarat pepatah “Pucuk dicinta ulam-pun tiba” bantuan fasilitas baik dari pemerintah maupun pihak swasta itu datang silih berganti, mulai bantuan gedung Bank Sampah, alat pencacah plastik, komputer/laptop, alat aplikasi pembukuan bank sampah, dan yang terakhir memperoleh bantuan dana CSR dari Bank Lampung senilai 25 juta rupiah untuk pembelian Bentor (Gerobak motor roda tiga) sebagai sarana angkutan sampah dari rumah-rumah penduduk anggota/nasabah bank sampah Wijaya Kusuma.

Gedung Bank Sampah Wijaya Kusuma, Tejoagung, Metro Timur
Gedung Bank Sampah Wijaya Kusuma, Tejoagung, Metro Timur

Tentu ini sebuah pencapaian yang patut mendapatkan apresiasi, sebab ide pembentukan Bank Sampah yang hanya bermodalkan semangat minus pengalaman, nyatanya hari ini telah menunjukkan prestasi kinerja menggembirakan. Lebih lagi dengan hadirnya bantuan bentor dari CSR Bank Lampung, memperlancar pengumpulan dan pengambilan sampah dari rumah-rumah anggota, semakin mengisyaratkan bahwa kelak Bank Sampah Wijaya Kusuma Tejoagung akan tumbuh besar dan mapan, serta menjadi bagian takterpisahkan bersama pemerintah yang turut membantu mensejahterakan masyarakat ekonomi lemah.

Seperti diniatkan sejak awal oleh para pendirinya, keberadaan Bank Sampah Wijaya Kusuma ini diharapkan bisa menjadi mesin penggerak tumbuhnya semangat saling bantu membantu di bidang peningkatan penghasilan keluarga.

“Masyarakat kami ajak disiplin mengumpulkan sampah rumah tangganya, dipilah organic dan unorganik untuk kemudian kami ambil ke rumahnya setiap minggu. Sampah mereka kami timbang dan dicatat dibuku tabungan sesuai harga sampah yg telah disepakati,” ujar Bambang Budiyanto salah satu pendiri Bank Sampah Wijaya Kusuma yang tak pernah bosan membangkitkan semangat pengelolanya.

Ke depan, ujar Bambang, masyarakat bisa pinjam uang ke bank sampah dan mengangsurnya hanya dengan sampah, pungkasnya.

Di lain pihak, manager Bank Sampah Wijaya Kusuma, Zaenal Abidin mengatakan, bahwa saat ini selain mengumpulkan sampah dari anggota, kami juga membeli sampah dari tempat lain. Hal ini, menurut zaenal, untuk mempercepat proses penjualan, sehingga perputaran modalnya bisa stabil dan bisa belanja sampah lagi, ujarnya serius.

Yang pasti, dengan segala kendala dan kelemahannya, prestasi Bank Sampah Wijaya Kusuma tetap saja layak diacungi jempol. Pertanyaan mendasar berikutnya adalah: Sanggupkah para pengelola Bank Sampah ini tetap gigih berjuang mengatasi aral melintang yang pasti menghadang di muka sana? Harusnya sanggup, apalagi pemerintah hari ini begitu support dengan soal-soal penanganan sampah. Kita do’akan saja. (B. Budiyanto)

Tinggalkan Komentar Anda