Banyak APK Terpaku di Pohon, Ini Kata Satpol PP dan Warga Kota Metro

99
Banyak APK Terpaku di Pohon, Ini Kata Satpol PP dan Warga Kota Metro 01
Kabid Trantibum Satpol PP Kota Metro, Jose Sarmento, di ruang kerjanya, Jumat (01/3/19). Foto : Rend

Sebatin.com, Kota Metro – Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Metro akan terus berupaya melakukan penindakan, terkait masih banyak terpasangnya berbagai macam Alat Peraga Kampanye (APK), yang secara jelas terpampang di beberapa areal yang merupakan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Hal ini di ungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Metro, Jose Sarmento, mewakili Kasat Pol PP setempat, saat di konfirmasi sebatin.com, di ruang kerjanya, Jumat (01/3/19). “Iya , banyak APK sudah terekspos oleh media. Dan banyak juga laporan dari masyarakat, tentang APK yang terpasang di tempat-tempat umum, terutama di pohon penghijauan. Kita sudah berkoordinasi dengan Bawaslu, dan bersama tim pemenangan calon-calon itu juga, kita bersama-sama tertibkan, hasilnya di amankan di Bawaslu”, terangnya.

Dirinya juga memastikan, bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih dalam melakukan penindakan. Namun, dirinya juga mengakui, penindakan tersebut tak bisa dilakukan hanya dalam waktu satu atau dua hari. “Jumlahnya banyak dan tersebar dibeberapa wilayah. Bendera-bendera partai dan banner politik, pasti kita tertibkan semua, yang menyalahi aturan tentunya”, tambah Jose.

“Acuan kita Perda Nomor 9 tahun 2017, tentang Ketertiban Umum, Kebersihan dan Keindahan. Dan sebenarnya dikancah politik ini, dalam PKPU juga sudah ada dan diterangkan aturan-aturan terkait zona-zona bebas untuk dipasang APK itu. Masih banyak, dari laporan rakyat dan kita baca di media, maka secepatnya, akan kita tertibkan lagi, bukan hanya satu tapi semua seperti caleg, pilpres dan sebagainya”, pungkas Jose.

Banyak APK Terpaku di Pohon, Ini Kata Satpol PP dan Warga Kota Metro 02
Banner-banner politik yang terlalu dipohon-pohon hijau di seputaran Jalan Stadion 24, Tejosari, Tejoagung, Metro Timur, Kamis (28/2/19). Foto : Ist

Ditempat berbeda, Arif, salah seorang penggiat lingkungan hidup dari Metro Selatan juga mengungkapkan keprihatinannya atas perilaku sebagian orang yang menjadikan pepohonan hijau yang ada di kawasan RTH, sebagai media berpromosi atau berkampanye. “Sedih, jengkel liat Metro semrawut dengan iklan-iklan politik. Kan jelas, sudah ada Perda yang mengatur tentang hal seperti ini. Tinggal bagaimana dan siapa yang seharusnya melaksanakan penegakan Perda itu. Dan masyarakat juga punya kewajiban untuk bisa menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya, tetapi jangan juga masyarakat yang akhirnya harus dibenturkan dan bersinggungan dengan oknum-oknum tak bertanggung jawab tersebut”, paparnya.

“Harapan saya, ada kader-kader konservasi, atau kelompok-kelompok masyarakat yang juga peduli, dengan hal seperti ini. Dan intens menyuarakan tentang arti penting menjaga lingkungan sekitar. Bila perlu ikut juga mengawasi kinerja pemerintah, terutama masalah lingkungan hidup. Soalnya kalau bukan kita, siapa lagi yang mau peduli dengan Kota Pendidikan ini”, pungkasnya. (Rend/Ade)

Tinggalkan Komentar Anda