Banyak Masalah Kemiskinan di Indonesia, Ini Jadi Tugas Milenial

21
Banyak Masalah Kemiskinan di Indonesia, Ini Jadi Tugas Milenial
Aktivis dan Pegiat Kemanusiaan, Bambang Suherman. Foto (AR)

Sebatin.com, Yogyakarta – Agenda tahunan Sociopreneur Camp (SPC) untuk para penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa dihelat di Auditorium MM UGM, Sabtu (03/8/19) kemarin.

Sebanyak 176 penerima manfaat Beastudi Etos dari 17 kampus di Indonesia mengikuti Inspiring Talk bertajuk “Milenial Sociopreneur Empowering Indonesia” yang menghadirkan Bambang Suherman, Aktivis dan Pegiat Kemanusiaan. “Apa yang sudah terbayang dalam benak kalian setelah selesai megikuti acara ini? Ikut terlibat dalam mewarnai identitas negeri ini atau sekadar datang lalu pulang lagi?” tanya Bambang kepada para penerima manfaat Beastudi Etos dan umum.

Hal tersebut dipertanyakannya, karena ada banyak permasalahan kemiskinan di Indonesia dan menjadi tugas milenial untuk dapat menguraikan problematika tersebut.

Dalam pandangannya, Bambang yakin jika milenial memiliki kekuatan untuk mengubah bangsa karena memiliki mindset serta visi misi kuat dalam hidup. “Zaman ini semakin banyak tantangan yang akan milenial hadapi di negara ini. Jika tak bisa memberikan solusi terbaik maka siapa yang akan menyelesaikan masalah negara ini? tentu saja kalian jawabannya,” ucap Bambang.

Ia juga menerangkan, bahwa milenial bisa menggunakan dua cara untuk membantu mengatasi masalah di negeri ini melalui pengelolaan masa transisi dan persepsi. Mengelola masa transisi berarti milenial harus aktif terlibat dalam ragam aksi konkret demi menghadang tantangan yang akan datang, mengelola persepsi berarti milenial harus mengubah cara pandang mereka terhadap sesuatu berdasarkan data dan analisis lengkap dan bukan berasaskan persepsi semata. “Dengan dua hal tersebut saya jamin kesuksesan membangun negeri bukan lagi sekadar teori. Kesuksesan terjadi pada saat kita sadar ketika ada peluang di dalam sebuah tantangan,” tuturnya.

“Kalian harus aktif dengan memasukan diri ke dalam ruang pertarungan, ingat untuk memasukan satu kata ke dala misi kalian yakni kata peduli. Karena miskin itu fakta bukan masalah,” pungkas Bambang. (AR)

Tinggalkan Komentar Anda