Beberapa Wilayah Di Lampung Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk Hingga Awal November

541
Beberapa Wilayah Di Lampung Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk Hingga Awal November
Illustrasi

Sebatin.com, Lampung – Hujan dengan intensitas lebat masih akan berpotensi hingga awal bulan November, terutama pada sore hingga malam hari. Hal itu dikarenakan, adanya proses pembentukan awan yang mengasilkan hujan akan terjadi selama pemanasan pada siang hari. Hal tersebut diungkapkan oleh Ramadhan Nurpambudi, Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, Senin (31/10/2016).

Fenomena cuaca tersebut, terjadi karena masih tingginya suhu muka laut hingga akhir bulan Oktober ini yang memberi dampak tersendiri bagi beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya Lampung. Tingginya suhu muka laut tersebut memberi suplai uap air yang berlimpah untuk membentuk awan-awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat yang disertai dengan angin kencang. Suhu muka laut yang tinggi terjadi baik di Laut Jawa maupun di Samudera Hindia di sebelah barat dan selatan Lampung.

Tingginya suhu muka laut tersebut, didukung dengan beberapa aspek lainnya seperti adanya belokan angin mulai dari Samudera Hindia di sebalah selatan Lampung hingga Selat Sunda. Juga, lembabnya kelembaban udara dari lapisan permukaan hingga lapisan 500mb. Gabungan dari aspek-aspek inilah yang menjadi penyebab hujan lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga awal bulan November mendatang.

Belokan angin yang terdapat di Samudera Hindia hingga Selat Sunda tersebut, juga menyebabkan adanya penumpukan massa udara karena diperlambatnya udara di lokasi tersebut. Penumpukan udara yang terjadi menimbulkan banyaknya terbentuk awan-awan konvektif disepanjang area belokan angin, sehingga berpotensi menghasilkan hujan lebat untuk wilayah Lampung terutama di bagian selatan.

Kelembaban udara yang lembab mulai dari permukaan hingga lapisan 500mb juga menjadi faktor penting karena jika kelembaban udara kering uap air yang terangkat ke atmosfer tidak akan terbentuk menjadi awan. Kelembaban udara di Samudera hindia di sebelah selatan dan barat Lampung juga lembab sehingga pembentukan awan yang terjadi di area tersebut dapat berkembang hingga daratan Lampung dan berpotensi menghasilkan hujan yang cukup lebat.

Saat ini angin, monsun timur memang masih berperan, seperti yang diketahui jika angin monsum timur berlangsung seharusnya mayoritas daerah di Indonesia mengalami musim kemarau yang panjang. Namun tidak untuk tahun ini, sebab meskipun kelembaban udara di daratan Australia sangat kering namun disepanjang Samudera Hindia sangat lembab hingga lapisan tinggi. Ini yang menjadi penghalang masuknya udara kering dari daratan Australia menuju wilayah Indonesia karena sebelum memasuki daratan Indonesia udara kering dari daratan Australia lebih dulu meliewati kawasan Samudera Hindia.

Perubahan pola angin menjadi angin monsun barat diprediksi terjadi pada akhir bulan November hinggal awal tahun depan. Pada saat tersebut intensitas hujan akan semakin meningkat lagi. Untuk itu, dihimbau agar masyarakat lebih mempersiapkan diri menyambut musim hujan yang sebenarnya. Sebab, tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi daerah-daerah yang dilanda banjir bandang.

Bila dlihat secara global Dipole Mode masih cenderung negatif, hal ini ditunjukan oleh suhu muka laut di perairan Samudera Hindia bagian timur merupakan pusat panas. Sehingga saat keadaan itu, perairan Samudera Hindia sebelah barat mengalami pedinginan suhu muka laut. Akibatnya awan-awan akan banyak tumbuh sebelah barat wilayah Indonesia salah satunya Lampung.

Ramadhan menyarankan untuk daerah seperti Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Selatan, Pringsewu, agar dapat lebih meningkatkan kewaspadaannya dalam menghadapi fenomena cuaca ini.

”Dan juga alangkah lebih baiknya lagi jika kita semua bahu membahu membersihkan saluran drainase dan juga daerah resapan air agar bencana banjir dapat diminimalkan,” tutupnya.

(Ramadhan Nurpambudi /Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung)

Tinggalkan Komentar Anda