Belum Terurus Surat Menyuratnya, 200 Titik Asset Muhammadiyah Lampung Timur Dapat Menuai Pendustaan dan Perselisihan

189
Belum Terurus Surat Menyuratnya, 200 Titik Asset Muhammadiyah Lampung Timur Dapat Menuai Pendustaan dan Perselisihan
Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Lampung, Prof Marzuki Noor, saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal Keluarga Muhammadiyah, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lampung, Minggu (09/07/2017). Foto : Sebatin.com

Sebatin.com, Bandar Lampung – Masih banyaknya kesemerawutan terkait ketertiban surat menyurat tentang asset atau kehartabendaan yang dimiliki oleh organisasi Muhammadiyah, tentunya akan dapat memicu timbulnya pendustaan dan perselisihan di dalam tubuh organisasi itu sendiri.Hal itu di katakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Lampung, Prof Marzuki Noor, saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal Keluarga Muhammadiyah, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lampung, Minggu (09/07/2017).

“Agar menjadi perhatian khusus yang berhubungan dengan wakaf dan kehartabendaan, untuk segera membuat surat-surat kehartabendaan dan tanah milik Muhammadiyah yang ada di daerahnya masing-masing. Karena penting bagi kita agar tidak adanya pendustaan dan perselisihan”, ujar Prof Marzuki Noor yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UMM) ini.

Disampaikan juga olehnya, agar dapat menjadi perhatian khusus bagi seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Provinsi Lampung agar menertibkan surat-surat yang berhubungan dengan kehartabendaan milik Persyarikatan yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan ini

“Contohnya seperti di Lampung Timur, lebih dari dua ratus titik yang belum memiliki surat. Mohon ini untuk segera diselesaikan”, tutupnya.

Hadir pula sebaga pemberi tausiyah, Wakil Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Hamam Ilyas, dengan mengangkat tema tentang “Mewaspadai Pendustaan Agama”. Dirinya mengungkapkan bahwa, sudah saatnya bagi Muhammadiyah untuk go internasional dalam berdakwah.

“Dakwah Muhammadiyah itu sudah harus go internasional. Maka dari itu telah dimulai pembangunan Universitas Muhammadiyah di Malaysia. Karena Muhammadiyah harus terus menjadi organisasi dakwah yang memiliki peran dalam Islam, jangan sampai menjadi almarhum Muhammadiyah”, terang Dr Hamam Ilyas.

Acara Halal Bihalal Keluarga Muhammadiyah tersebut dihadiri lebih dari sekitar 200 orang, yang hadir mewakili utusan-utusan Pimpinan Majelis / Lembaga, Pimpinan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat Provinsi dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Lampung.

(S05)

Tinggalkan Komentar Anda