Benarkah Ada Anggota TNI yang Ditangkap Karena Menyelundupkan Senjata dan Amunisi?

244
Benarkah Ada Anggota TNI yang Ditangkap Karena Menyelundupkan Senjata dan Amunisi?
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto saat konferensi pers di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (23/1/2017). Foto: Puspen TNI

Sebatin.com, Jakarta Timur – Beberapa waktu lalu media sosial (medsos) sempat digegerkan dengan berita miring tentang TNI. Di mana, telah dikabarkan bahwa ada anggota TNI yang ditangkap karena mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi. Benarkah berita itu?

Isi berita tersebut mengatakan, bahwa ada anggota TNI dari pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang ditangkap di Bandara Al Fashir, Sudan, karena diduga telah melakukan percobaan penyelundupan senjata dan amunisi ketika akan kembali ke tanah air usai melaksanakan tugas, Jumat (20/1/2017).

Terkait dengan pemberitaan tersebut, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menegaskan bahwasanya berita tersebut tidak benar.

“Supaya seluruh masyarakat mengetahui bahwa tidak ada keterlibatan anggota TNI, dalam hal ini anggota Satgas Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid yang ditahan karena terlibat dalam upaya penyelundupan senjata dan amunisi ke Indonesia,” tegasnya.

Dalam konferensi pers yang digelar di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (23/1/2017), Mayjen TNI Wuryanto menyatakan, bahwa ia telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Komandan PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI Brigjen TNI Marzuki yang saat ini berada di New York, Komandan Sektor Unamid Brigjen TNI Nur Alamsyah yang berada di Sudan, dan Komandan Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid di Darfur Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto.

“Mereka mengatakan bahwa kejadian tersebut memang ada, tetapi tidak melibatkan satupun personel Satgas Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid. Sampai saat ini masih melaksanakan tugas di Sudan sampai bulan Maret 2017 yang akan datang,” ujar Kapuspen TNI.

Benarkah Ada Anggota TNI yang Ditangkap Karena Menyelundupkan Senjata dan Amunisi? 2
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto ketika melakukan klarifikasi di hadapan wartawan di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (23/1/2017). Foto: Puspen TNI

Terkait kejadian di Bandara Al Fashir, Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan, bahwa pada saat pemeriksaan X-Ray diketahui ada benda-benda yang mencurigakan, setelah dibuka memang ada senjata berikut amunisinya dan saat ini masih dalam penyelidikan.

“Kejadian itu ada, tetapi tidak melibatkan satupun anggota pasukan perdamaian Satgas Kontingen Garuda XXXV-B/Unamid dari TNI,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri konferensi pers, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto kembali menegaskan bahwa TNI tidak terlibat dalam aksi penyelundupan senjata dan amunisi tersebut.

“TNI sendiri membuktikan tidak ada keterlibatan, itu karena personel Satgas Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid sampai saat ini masih melaksanakan penugasan di Darfur Sudan,” pungkas Kapuspen TNI.

(Rls Puspen TNI/Red)

Tinggalkan Komentar Anda