Berbulan-Bulan Coretan Tak Senonoh Di Dinding Pagar SD N 5 Metro Timur Dibiarkan

1286
Berbulan-Bulan Coretan Tak Senonoh Di Dinding Pagar SD N 5 Metro Timur Dibiarkan
Aksi Vandalisme berupa coretan bermakna kasar atau ejekan di salah satu dinding pagar SD N 5 Metro Timur, yang berbulan-bulan tidak di hapus, Sabtu (19/11/2016). Foto : Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Jajaran dewan guru serta staf dan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Metro Timur tampaknya tidak begitu peduli dengan keadaan lingkungan sekolahnya. Kurangnya rasa memiliki terhadap sekolah ini terlihat dari adanya aksi vandalisme di dinding pagar sekolah tersebut yang keberadaannya sudah berbulan-bulan, namun masih belum juga dihapus.

Padahal, tulisan pada dinding pagar tersebut mempunyai makna kasar atau kotor dan ejekan, yang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak. Terlebih lagi, sekolah dasar adalah sebagai salah satu tempat untuk membentuk karakter pada anak, dan tidak seharusnya membiarkan kata-kata tersebut terpajang.

Ketua Komite SDN 5 Metro Timur Sarmin, mengaku tidak mengetahui tentang adanya coretan pada dinding pagar tersebut dan kapan tulisan tersebut mulai ada. Namun, pihaknya meminta, agar pihak sekolah untuk segera menghapus tulisan aksi vandalisme tersebut. Pasalnya, tulisan tersebut tidak seharusnya dibiarkan saja lantaran berisi kata kasar yang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak.

”Ya harusnya segera dihapus. Karena itu bisa berdampak tidak baik bagi sekolah. Itu tidak bagus,” katanya.

Seorang warga sekitar menyebutkan, tulisan tersebut sudah beberapa bulan lalu ada dan selain di pagar sekolah, di rumah-rumah warga lingkungan sekitar pun juga dicoret-coret oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

”Sudah beberapa bulan lalu mas. Saya tidak tahu kapan tepatnya tetapi bukan hanya sekolah ini saja, Vihara, pagar rumah warga sekitar juga ikut dicoret-coret. Masalah guru-guru disekolah ini tau atau tidak, saya kurang paham,” jelasnya seraya meminta namanya tidak disebutkan.

Dikonfirmasi Sebatin.com, Kepala SDN 5 Metro Timur Sutikno enggan berkomentar banyak tentang keberadaan tulisan tersebut. Lebih lanjut, dirinya hanya berharap agar warga sekitar untuk ikut menjaga lingkungan sekolah, dan pihaknya akan segera membersihkan tulisan tersebut. (Ndra)

Tinggalkan Komentar Anda