Bersih-Bersih Korupsi di Tubuh TNI

323
Bersih-Bersih Korupsi di Tubuh TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menyampaikan amanatnya pada Apel Luar Biasa Gabungan di Lapangan Apel Gedung B 3, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2017). Foto: Puspen TNI

Sebatin.com, Jakarta Timur – Markas Besar (Mabes) TNI gelar Apel Luar Biasa Gabungan yang melibatkan seluruh Prajurit dan PNS TNI di lingkungan Mabes TNI, bertempat di Lapangan Apel Gedung B 3, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2017).

Pada Apel Luar Biasa Gabungan tersebut, turut hadir pula Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Hediawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Danjen Akademi TNI Letjen TNI Bayu Purwiyono, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Andogo Wiradi, Para Asisten Panglima TNI dan Para Kabalakpus TNI.

Dalam amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan, pada tahun 2017 ini fokusnya adalah melakukan bersih-bersih di tubuh TNI dari masalah korupsi. Menurut Panglima TNI, Korupsi inilah yang bisa menghambat kemajuan dan pembangunan TNI.

Tak cukup sampai di situ saja, Panglima TNI juga menilai, bahwa korupsi pasti dilakukan oleh oknum pejabat TNI yang mempunyai wewenang, bukan oleh prajurit di lapangan.

“Kita harus melindungi TNI, melindungi prajurit dari kelakuan oknum pejabat TNI yang korup. Saya perintahkan untuk Irjen TNI, POM TNI dan petugas lainnya membentuk Tim untuk melakukan bersih-bersih terhadap korupsi,” tegas Panglima TNI.

Lebih lanjut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, bahwa di tahun 2017 ini tantangan yang harus dihadapi semakin kompleks, salah satunya dapat dilihat dari semakin maraknya penggunaan media sosial (medsos) yang menjadi medan pertempuran baru oleh kelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya.

“Penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial juga dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan munculnya radikalisme,” katanya.

Menghadapi permasalahan tersebut, Panglima TNI kemudian mengimbau kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI agar senantiasa selektif dalam menyikapi berita-berita yang beredar saat ini.

“Prajurit dan PNS TNI harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak benar. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong tersebut, percayalah kepada Komandan Satuanmu masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, terkait Pilkada serentak yang akan dilaksanakan beberapa waktu yang akan datang, Panglima TNI menegaskan, bahwa TNI akan netral dan menjamin Pilkada berjalan aman dan lancar.

“Kepada seluruh Prajurit TNI, saya perintahkan agar bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas Panglima TNI.

Masih dalam kesempatan yang sama, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan, bahwa pada tahun 2016 yang lalu, TNI sudah melakukan bersih-bersih diri dari narkoba, yang mana dalam melaksanakan tugasnya masih ada prajurit-prajurit TNI yang tidak sesuai dengan aturan ataupun mencoreng nama baik TNI. Untuk itu, Panglima TNI menegaskan kepada prajuritnya, untuk tidak terlibat masalah narkoba.

“Kepada prajurit TNI yang terlibat masalah Narkoba, tidak ada ampun lagi, apabila terkena Narkoba, maka tidak pantas lagi menjadi prajurit TNI, hukumannya dipecat, hal ini sesuai dengan Undang-Undang RI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 62,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan perintah harian untuk dipedomani dan dilaksanakan, yaitu;

Pertama

Tingkatkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman dalam kehidupan, serta pengabdian terhadap bangsa dan negara.

Kedua

Tingkatkan disiplin, dedikasi dan loyalitas sebagai jati diri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ketiga

Kembangkan cara berfikir yang sederhana namun menyentuh dan berpengaruh nyata terhadap percepatan pembangunan TNI di tengah dinamika dan kompleksitas tugas TNI ke depan.

Keempat

Patuhi aturan yang berlaku dan segala bentuk perintah kedinasan, serta hindari dan jangan lakukan pelanggaran sekecil apapun.

Kelima

Pelihara dan tingkatkan harmonisasi dengan rakyat agar bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Keenam

Tingkatkan kinerja dengan dedikasi dan motifasi hanya untuk TNI dan NKRI yang sangat-sangat kita cintai. (Rls Puspen TNI/Red)

Tinggalkan Komentar Anda