BPUN Salurkan 700 Bibit Pohon Ke 14 Pesantren di Way Kanan

332
BPUN Salurkan 700 Bibit Pohon ke 14 Pesantren di Way Kanan
Para alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) saat menanam bibit pohon di Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11, Gunung Labuhan, Way Kanan , Selasa (10/01/2017). Foto: Ist

Sebatin.com, Way Kanan – Sebanyak 700 batang pohon akan disalurkan ke 14 Pondok Pesantren (Ponpes) yang terdapat di Kabupaten Way Kanan.

Ratusan pohon tersebut didapat dari gerakan sedekah oksigen yang diinisiasi aktivis Gusdurian Lampung dan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor melalui alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten Way Kanan.

Riky Ryan Saputra, Ketua alumni BPUN Way Kanan menargetkan, akhir Januari 2017 ini ratusan bibit pohon tersebut akan segera disalurkan.

“Pohon sejumlah 700 batang sudah siap, tinggal disalurkan ke 14 pesantren pada Januari ini,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui telepon salular, Selasa (10/01/2017).

Dari data yang dihimpun, capaian gerakan tersebut didukung penuh oleh Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

BPUN Salurkan 700 Bibit Pohon ke 14 Pesantren di Way Kanan 2
Para alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) memegang poster ajakan sedekah oksigen, Selasa (10/01/2017). Foto: Ist

Catatan sebelumnya di tahun 2016, sedekah oksigen telah tersalurkan ke empat pesantren, yaitu Assiddiqiyah 11, yang terdapat di Kecamatan Gunung Labuhan, Pesantren Al-Falakhuss’dah di Kecamatan Pakuan Ratu, Pesantren Hidayatus Salafiyah di Kecamatan Negeri Agung, dan Pesantren Darul Ulum yang terdapat di Kecamatan Negara Batin.

Sedekah oksigen yang disinyalir sebagai gerakan menanam pohon itu juga menargetkan, sebanyak 50 buah jenis mangga Thailand dan nangkadak, akan disebar pada setiap pesantren di 14 kecamatan yang terdapat di kabupaten Way Kanan.

“Jadi, selain sebagai salah satu jalan menghambat pemanasan global, program ini juga kami harapkan dapat meningkatkan air tanah, meneduhkan lingkungan, hingga menciptakan kemandirian pesantren dan para santri ke depannya,” tutup Riky.

(Arb)

Tinggalkan Komentar Anda