Bupati Lampung Tengah Jadikan Bandar Agung Sentra Cabai Lado

93
Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa saat ikut memanen Cabai jenis Lado bersama masyarkat Kampung Bandar Agung, Rabu (6/12). Foto : Istimewa

Sebatin.com, Lampung Tengah – Untuk menyukseskan program one zone one product (satu daerah satu komoditas), Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa mencanangkan Kampung Bandar Agung sebagai sentra penghasil cabai lado.

Mustafa mengatakan saat meninjau perkebunan cabai lado di kampung Bandar Agung, pembagian zona produk pertanian telah dilakukan di beberapa kampung disesuaikan dengan potensi SDM dan SDA yang dimiliki, Rabu (6/12).

“Untuk di Bandar Agung ini dicanangkan jadi sentra cabai. Cabai yang ditanam juga variannya berbeda, yakni cabai lado, lebih tahan panas dan tahan hama. Mudah-mudahan dengan varian lado ini, panen cabai bisa lebih melimpah dan kesejahteraan petani meningkat,” ungkapnya.

Program one zone one product ini katanya, merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga komoditas pertanian. Setelah beberapa bulan yang lalu harga singkong anjlok, Mustafa mencari solusi mencegah inflasi di sektor pertanian.

Untuk masalah pemasaran, bupati ronda ini meyakinkan petani agar tidak usah khawatir karena tidak hanya menjangkau kebutuhan pasar lokal, melainkan juga nasional. Selain pemasaran, petani dihimbau untuk juga tak perlu risau mengenai harga cabai varietas lado. Sebab, harga cabai jenis itu merupakan jenis cabai tertinggi dibandingkan varietas lainnya, bahkan harganya mencapai Rp 30 ribu/kg.

“Saat ini produksi cabai kita surplus. Tahun 2017 produksi cabai di Lampung Tengah 3.408,1 ton sementara kebutuhan kita 2.061,7 ton. Sisanya kita jual ke luar daerah, seperti ke Jakarta dan Sumatera Barat. Untuk pemasaran, Alhamdulillah tidak ada kendala,” ujar bupati.

Menurutnya, program one zone one product juga telah diterapkan di beberapa daerah di Lampung Tengah agar bisa menghasilkan komoditas unggulan.

“Seperti Kotagajah dengan bawang merahnya, Punggur dengan komoditas nanas, Gunung Batin dengan pisang raja bulu, Indra Puta Subing dengan komoditas jamur dan lainnya dengan komoditas yang berbeda-beda,” paparnya.

Mustafa juga mengajak para petani agar lebih kreatif dalam mengembangkan tanaman mereka. Petani diharapkan tidak hanya fokus menanam singkong, padi, tebu, tetapi juga tanaman lainnya yang punya nilai ekonomis tinggi.

“Mulai sekarang kita harus merubah pola tanam pertanian. Jangan hanya terpaku pada singkong, padi, dan tebu. Tanam jenis varian-varian baru yang nilai jualnya tak kalah menjanjikan, seperti jengkol, petai, bawang, jahe, dan lainnya. Dengan ini hasil tanaman kita lebih variatif, harga juga stabil,” tandasnya.

Sementara itu, Banu salah seorang petani menjelaskan, cabai lado memiliki beberapa keunggulan dibanding jenis lainnya. Selain harga bibit lebih murah, cabai lado lebih tahan dari hama dan cuaca panas.

“Buahnya juga lebat. Dua hektar lahan bisa menghasilkan 7-8 kwintal perhari. Tanaman juga bisa bertahan sampai 5 bulan. Hasil panen telah dipasarkan di pasar lokal do Bandar Agung dan Kota Metro,” jelasnya.

Bangun Jalan dan Beri Bantuan Alat Pertanian

Tak hanya itu, untuk menunjang pemasaran dan akses pemasaran, Mustafa juga berjanji akan membangun jalan di Kampung Bandar Agung. Kondisi jalan yang masih tanah merah, diakui petani menjadi salah satu kendala dalam mengangkut hasil bumi mereka.

“Soal jalan akan kita selesaikan. Insya Allah segera dibangun. Dengan ini mobilitas warga lebih mudah, khususnya para petani, mereka lebih mudah mengangkut hasil panen. Insya Allah 3 kilometer jalan yang akan dibangun. Mohon doanya,” ujar bupati usai menyerahkan sejumlah bantuan alat pertanian kepada Poktan setempat.

(Red/Addarori Ibnu Wardi)

Tinggalkan Komentar Anda