Capai Kemandirian Hidup, 40 Orang Penyandang Difabel Netra Terima Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dari Dinsos Pemprov Lampung

2
Capai-Kemandirian-Hidup,-40-Orang-Penyandang-Difabel-Netra-Terima-Pelatihan-Peningkatan-Keterampilan-Dari-Dinsos-Pemprov-Lampung-01
Kadis Sosial Pemprov lampung, sumarju Saeni, saat memberikan sambutan dalam kegiatan "Literasi Difabel Netra dalam Pengembangan Pijat Angkatan I,yang dilaksanakan di Balai Pelayanan Kesehatan lampung, Senin (16/7/2018).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Sosial, terus berupaya memberikan bimbingan dan pelatihan dalam hal peningkatan keterampilan masyarakat, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan “Literasi Difabel Netra dalam Pengembangan Pijat Angkatan I,yang dilaksanakan di Balai Pelayanan Kesehatan lampung, Senin (16/7/2018).

Hadir dan membuka kegiatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni. “Kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari 20 peserta Difabel Netra, dan 20 peserta pendamping ini, akan berlangsung dari tanggal 16 – 21 Juli 2018”, jelasnya.

“Ini merupakan salah satu sarana pelayanan dan rehabilitasi sosial, yang berfungsi guna memperdalam lagi tentang ilmu dan ketrampilan yang telah dimiliki oleh para penyandang Difabel Netra. Dalam pelaksanaan, tidak hanya terbatas pada Massage dan Refleksi saja, namun dapat dikembangkan ke Pijat Shiatsu dan jenis pijat lainnya”, papar Sumarju Saeni.

Capai-Kemandirian-Hidup,-40-Orang-Penyandang-Difabel-Netra-Terima-Pelatihan-Peningkatan-Keterampilan-Dari-Dinsos-Pemprov-Lampung-02
Perwakilan penyandang Difabel Netra se-Provinsi Lampung, saat mengikuti kegiatan “Literasi Difabel Netra dalam Pengembangan Pijat Angkatan I,yang dilaksanakan di Balai Pelayanan Kesehatan lampung, Senin (16/7/2018).

Menurutnya, kemampuan para penyandang Difabel Netra dalam bidang Masage atau Pijat, tidak diragukan lagi. Dan dengan menjamurnya usaha layanan jasa Masage atau Pijat tersebut, dirasa akan memberikan peluang bagi para penyandang Difabel Netra, untuk tetap dapat berkarya dan mandiri dalam hidup.

“Para penyandang Difabel Netra memiliki motto hidup, kalimatnya yaitu Penyandang Difabel Netra Tidak Perlu Dikasihani, Namun Berilah Kesempatan. Dengan harapan, kepada masyarakat yang beruntung (tidak difabel) tidak akan memandang para penyandang Difabel Netra sebagai manusia yang tidak mempunyai kemampuan, dan selalu tergantung orang lain atau bahkan hanya mengandalkan hidup dari belas-kasian orang lain”, terangnya.

Ditambahkan oleh Kepala Seksi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas, Sutikno, sebelumnya telah dilakukan penjangkauan/asessmen. Dan berhasil ditemukan sebanyak 58 orang Difabel Netra yang perlu dilakukan literasi. Namun, terkait adanya keterbatasan anggaran pada tahun 2018, akhirnya baru dapat terlayani sebanyak 40 orang yang dibagi menjadi 2 angkatan, dan berasal dari hampir seluruh wilayah se-Provinsi Lampung.

(*)

Tinggalkan Komentar Anda