Celoteh Warga : Urus Taman Merdeka Saja Keteteran, Gimana Mau Urus Wisata Yang Besar

906
Celoteh Warga : Urus Taman Merdeka Saja Keteteran, Gimana Mau Urus Wisata Yang Besar
Kondisi Taman Merdeka Kota Metro, Kamis (29/06/2017). Foto : Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Kondisi Taman Merdeka Kota Metro pasca liburan Idul Fitri 1438 H, ternyata banyak menuai komentar dari kalangan masyarakat pemerhati lingkungan yang ada di Bumi Sai Wawai. Pasalnya taman yang digaung-gaungkan sebagai salah satu ikon serta landmark Kota Pendidikan, Wisata Keluarga, Ekonomi Kerakyatan dan Partisipasi Masyarakat ini mengalami kerusakan lumayan berat, terutama pada tanaman rumput tamannya, yang diduga akibat maraknya aktifitas permainan motor cross dan mobil-mobilan mini.

Penggerak Komunitas Literasi Kota Metro Agus Riyanto kepada sebatin.com melalui komunikasi selular mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mesti lebih konsisten dan berkomitmen terhadap visi-nya sebagai Kota Pendidikan, Wisata Keluarga, Ekonomi Kerakyatan dan Partisipasi Masyarakat. Taman kota dan taman-taman lainnya yang dimiliki Kota Metro mesti dikelola sebagai pusat-pusat wisata keluarga berbasis pada wisata edukasi.

“Menurut saya Taman Merdeka perlu di seting ulang agar betul-betul bisa menjadi magnet sebagai taman pendidikan atau literasi bagi masyarakat luas. Pedagang kaki lima, ya perlu ditata agar tidak semrawut. Di tata secara rapih, tertib, indah, terkoordinir, sehingga juga bisa jadi pusat kuliner selain pusat wisata edukasi”, bebernya, Minggu (02/07/2017).

Kemudian lanjutnya, Pemkot Metro juga mesti bersinergi dengan semua komponen masyarakat yang ada baik Perguruan Tinggi, Sektor Swasta, Profesi dan lainnya dalam mempercepat capaian visi tersebut.

“Pemkot gak bisa bekerja sendiri. Sinergi ini men jadi pilar partisipasi masyarakat. Sekaligus menjadi pilar terhadap suksesnya pembangunan. Buka ruang kerjasama seluas-luasnya utk semua komponen yang ada, untuk berkontribusi positif atas pembangunan. Dan Pemda tidak boleh alergi apalagi apatis terhadap masukan serta saran warga masyarakat-nya”, ujarnya.

Menurutnya, empat komponen yang ada dalam visi Kota Metro tersebut, dapat menjadi acuan untuk bisa saling menguatkan, saling mengisi, saling sinergi, saling beriringan agar dapat diwujudkan secara bersamaan.

“Kalau persoalan taman itu cuma bagian kecil dari kerja-kerja besar Kota Metro ini. Kalau tidak di kelola dengan baik, kerja kecil itu jadi problem tersendiri. Kecil saja tidak selesai-selesai apalagi mau menuntaskan kerja-kerja besar”, tutupnya.

Sementara itu, memposisikan diri sebagai warga masyarakat dan pemerhati lingkungan, Yerri Noer Kartiko, yang juga menjabat sebagai Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Metro, kepada sebatin.com melalui komunikasi di media sosial, mengatakan, bahwa Taman Merdeka merupakan salah satu ruang terbuka hijau untuk publik. Selain memenuhi unsur ekologi, semestinya keberadaan Taman Merdeka juga dapat memenuhi unsur ramah untuk anak, ramah untuk disabilitas, ramah untuk lanjut usia, dan ramah untuk semua orang.

“Sekarang, tinggal mana yang mau diutamakan sebagai prioritas dan tema sebuah taman. Jika memang untuk bermain anak, siapkan spot atau lahan permainan anak tetapi yang juga ramah lingkungan, terjamin keselamatan dan keamanan buat anak-anak. Kalau yang mau diprioritaskan fungsi konservasinya, ya jangan ada permainan anak yang sifatnya dapat merusak alam. Buat aja misalnya ayunan, perosotan dan sejenisnya”, ujarnya, Minggu (02/07/2017).

Dirinya juga mengatakan, Pemkot Metro harus tentukan sisi tematik dari sebuah taman kota. Dan untuk pelaksanaannya tentunya didukung dengan ketegasan dari para penegak perda dalam menerapkan peraturan yang sudah ada.

“Menurut saya sih, sebab Taman Merdeka ada di pusat kota, jadi lebih tepat difungsikan sebagai ruang terbuka hijau bagi publik dengan tema konservasi dan edukasi Mas, selain fungsi konservasi, Taman Merdeka juga dapat dimunculkan sebagai ikon Kota Pendidikan, yang menampilkan spot edukasi, setidaknya edukasi sederhana untuk Physical Exercise bagi anak-anak untuk melatih syaraf motorik-nya. Tetap ada fungsi kuliner-kulinernya, namun dibuat spot khusus, atau dipindahkan ke lokasi Nuwo Intan. Begitu pula halaman Masjid Taqwa, sayang juga jadi lahan terbuka non hijau”, terangnya.

Dirinya juga mengatakan, bahwa semua kepentingan dan segala kebutuhan setiap lapisan masyarakat terhadap Taman Kota harus ditampung dan dikelola.

“Ini Test Case yang sederhana, menguji kehandalan Pemkot Metro sendiri, mampu atau nggak menjadikan kota ini wisata kekuarga. Kalau ngurus taman sekecil itu keteteran, gimana mau ngurus obyek wisata yang lebih besar lagi”, tutupnya.

Tak ketinggalan, Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda saat dimintai komentarnya oleh sebatin.com melalui komunikasi selular, yang mengatakan butuh keseriusan dan kerja keras bagi Pemkot Metro untuk dapat mewujudkan visi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan, Wisata Keluarga, Ekonomi Kerakyatan dan Partisipasi Masyarakat.

“Sudah waktunya bagi Kota Metro punya area taman rekreasi. Bisa tarik ke lokasi yang ada di daerah 24 Tejosari Metro Timur. Buatkan panggung, kasih aliran listriknya dan buat jadwal-jadwal kegiatan, mulai dari musik hingga standup commedy. Disekitarnya bisa kita tempatkann area yang lain, yang juga bermanfaat bagi komunitas-komunitas lainnya, seperti arena sepatu roda dan sebagainya”, ujarnya, Minggu (02/07/2017).

Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan, agar taman-taman yang difungsikan sebagi area publik dapat dijaga dan dinikmati keindahannya secara bersama-sama.

“Kita juga gak bisa selalu salahkan para pelaku usaha, baik itu kuliner maupun permainan. Kenapa ?, karena kita memang belum tunjuk tempat yang lain buat mereka. Tapi disisi lain, terkait banyaknya masukan dari warga masyarakat, tentang kondisi rusaknya taman pasca libur hari raya, menunjukkan bahwa Taman Merdeka, diharapkan oleh warga masyarakat dapat menjadi salah satu tempat publik yang nyaman, tidak semerawut”, tegasnya.

Dirinya juga mengharapkan, agar dapat lebih dijalin komunikasi dan kerjasama yang bersinergi serta harmonis antar dinas-dinas terkait yang mempunyai kewajiban untuk mengelola, menata dan menjaga ketertiban Taman Merdeka dan taman-taman lainnya.

“ Saya rasa kalau antar dinas terkait yang punya kewajiban ngurusin Taman Merdeka dapat saling bersinergi dan bekerjasama, pasti semua itu jadi pekerjaan yang ringan. Ayolah, duduk bareng dengan kepala dingin tukerpikiran, semua ini demi masyarakat dan kota kita tercinta kok !, Kota Metro, Bumi Sai Wawai”, tutupnya.

(S01)

Tinggalkan Komentar Anda