Ciptakan Jurnalis Video Handal Dalam Tubuh TNI, Puspen TNI Gelar Pelatihan Kamera Video Jurnalistik

200
Puspen-TNI-Gelar-Pelatihan-Kamera-Video-Jurnalistik-01
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, saat memberikan arahan dalam kegiatan Pelatihan Kamera Video Jurnalistik TA 2017, di Aula Puspen TNI Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2017). Foto : Puspen TNI

Sebatin.com, Jakarta Timur – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, secara resmi membuka Pelatihan Kamera Video Jurnalistik TA 2017 yang diikuti oleh 20 peserta satuan penerangan jajaran TNI, dan dilaksanakan sejak tanggal 1-29 Nopember 2017, yang dilangsungkan di Aula Puspen TNI Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2017).

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Wuryanto menyampaikan, bahwa peranan seorang Kameramen dan Fotografer di satuan penerangan jajaran TNI sangat lah penting, guna dapat menyajikan berita-berita kegiatan TNI, baik itu berupa tulisan, gambar maupun dalam bentuk audiovisual yang nantinya akan di gunakan untuk konsumsi publik secara luas.

“Saat ini kualitas yang dihasilkan oleh Kameramen dan Fotografer dari personel satuan penerangan jajaran TNI, baik yang berupa gambar, video maupun penulisan perlu ditingkatkan lagi. Pada umumnya personel yang diangkat dalam jabatan satuan penerangan jajaran TNI hanya untuk memenuhi kebutuhan organisasi, namun belum sesuai dengan standar kompetensi berdasarkan jenjang pendidikan dan kursus serta pelatihan bidang penerangan”, ujar Mayjen TNI Wuryanto.

Puspen-TNI-Gelar-Pelatihan-Kamera-Video-Jurnalistik-02
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto resmi membuka kegiatan Kamera Video Jurnalistik TA 2017 yang diikuti oleh 20 peserta satuan penerangan jajaran TNI, dan dilaksanakan sejak tanggal 1-29 Nopember 2017. Foto : Puspen TNI

Pada kesempatan tersebut, Mayjen TNI Wuryanto juga menyampaikan bahwa dalam menghadapi tuntutan tugas yang terus berkembang dan dihadapkan pada keterbatasan personel baik dari aspek kualitas maupun kuantitas, satuan jajaran penerangan TNI harus memiliki sumber daya manusia yang memiliki kompetensi bidang penerangan.

“Melalui pelatihan ini, para peserta akan di didik untuk menjadi seorang tenaga yang handal, baik pengetahuan teknik dalam pengambilan gambar maupun pengoperasionalan berbagai jenis peralatannya, agar menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi dan baik serta benar-benar bernilai jurnalistik”, kata Mayjen TNI Wuryanto.

Mengakhiri amanatnya, Mayjen TNI Wuryanto sangat mengharapkan agar para peserta pelatihan tersebut dapat benar-benar mengikuti teori maupun praktek yang disampaikan oleh instruktur.

“Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi, sehingga dapat menjadi bekal ilmu di satuan penerangan masing-masing”, tutupnya.

(Kolonel Inf Bedali Harefa)
Editor : Embun

Tinggalkan Komentar Anda