Coudre Handmade, Ketika Kreativitas dan Kualitas Menjadi Harga Mati

352
Coudre Handmade, Ketika Kreativitas dan Kualitas Menjadi Harga Mati
Tas Coudre Handmade. Foto: Tia MS - Sebatin.com

Sebatin.com, Serang, Banten – Usaha mikro, kecil, dan menengah sedang gencar mengembangkan sayap-sayapnya. Hal ini terbukti dengan bermunculan berbagai jenis usaha kecil yang tumbuh subur di Indonesia. Jenis usaha tersebut seperti usaha makanan, pakaian, sepatu, tak ketinggalan usaha tas juga ikut menggeliat.

Coudre Handmade salah satu produk tas, merk lokal ini turut meramaikan kancah UMKM di Indonesia. Esti Yuliarti, 35, pemilik Coudre handmade menjelaskan bahwa usaha tas miliknya berawal dari mengisi waktu senggang sekaligus memenuhi hobinya.

“Saya baru pindah ke tempat ini mengikuti suami. Jadi mencari kesibukan, akhirnya bertemu dengan komunitas menjahit. Sejak itu saya mulai membuat tas, yang awalnya untuk digunakan sendiri,” ujar perempuan lulusan dari Universitas Jenderal Soedirman tersebut.

Coudre Handmade, Ketika Kreativitas dan Kualitas Menjadi Harga Mati 2
Salah satu model tas Coudre Handmade. Foto: Tia MS – Sebatin.com

Esti memulai usaha ini di tahun 2015 dengan modal 2,7 juta. Modal itu ia gunakan untuk membeli sebuah mesin jahit dan kain. Coudre Handmade memang menggunakan kain sebagai bahan utamanya, tapi bukan kain biasa melainkan kain laminasi yang tahan air.

Esti menggunakan kain import yang memiliki warna lebih tahan lama dan terang. Tidak seperti kain laminasi lokal yang berwarna kurang menarik. Selain kain laminasi, kulit sapi juga digunakan untuk aksen tambahan pada tas produksi Coudre Handmade. Kulit sapi juga dipilih kulit premium yang didatangkan dari Magetan.

Meski menggunakan bahan premium, tapi harga tas produknya hanya dibandrol dengan kisaran harga mulai dari Rp. 300.000 – Rp. 750.000. Hal ini bertujuan agar masyarakat luas bisa memiliki tas berkualitas bagus tapi dengan harga terjangkau.

“Dulu hanya teman yang memesan, tapi kemudian berkembang dari mulut ke mulut. Sampai sekarang mampu memproduksi 30 tas per bulan dengan 2 orang pekerja,” jelas Esti.

Dia juga menjelaskan, bahwa produksinya yang sedikit, bertujuan agar kualitas tas produksinya bisa terjaga dan tak mengecewakan pembeli.

Saat ini Coudre Handmade sedang mencoba memulai terobosan baru pada produknya, yaitu dengan menggunakan teknik digital painting. Di mana, kain akan diberi gambar sesuai orderan dari pemesan. Gambar ini bisa berasal dari foto pribadi atau gambar lain yang ingin dibuat menjadi tas. Tentu saja dengan jaminan kualitas premium yang, waterproof dan anti luntur.

Coudre Handmade dipasarkan melalui media sosial dan market place khusus barang-barang handmade, Qlapa. Sobat sebatin.com yang ingin memiliki tas produksi Coudre Handmade bisa memesan melalui online atau market place tersebut. (Tia MS)

Tinggalkan Komentar Anda