Daging di Kota Metro Dipastikan ASUH

492
Daging di Kota Metro Dipastikan ASUH
Kepala UPT RPH dan Laboraturium Kesmavet Kota Metro Ir. Rais. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Daging yang beredar di beberapa pasar di Kota Metro dipastikan aman dari daging gelonggongan, daging oplosan, maupun daging yang mengandung bakteri.

Hal ini dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Potong Hewan (RPH) dan Laboratorium Kesmavet Kota Metro Ir. Rais kepada Sebatin.com, Jumat (17/3/2017). Kata dia, daging yang beredar di pasaran dipastikan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) untuk dikonsumsi. Ini, setelah dilakukannya monitoring oleh UPT RPH dan Laboraturium Kesmavet secara berkala.

“Jadi kita itu bukan hanya motong saja, tetapi juga monitoring. Dan kita pastikan daging-daging yang dijual di pasar di Kota Metro ini tidak ada daging gelonggongan maupun daging oplosan,” tuturnya.

Menurutnya, daging yang beredar di Kota Metro bukan hanya daging dari RPH tetapi juga dari warga yang melakukan pemotongan sendiri maupun dari agen.

“Kalau yang dari kita jelas ASUH. Karena begitu masuk ke RPH itu sapi yang hendak dipotong harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari pemeriksaan surat-surat kepemilikan, lalu Antemortem, dan setelah dipotong dicek lagi, namanya Post Mortem. Nah kalau daging yang dari luar kita tidak tahu, makanya kita lakukan monitoring secara berkala,” paparnya.

Selain monitoring daging ke pasar, lanjutnya, UPT RPH dan Laboraturium Kesmavet juga rutin mengecek produk-produk hewani seperti mie, bakso, dan lainnya yang dijual di pasar dan supermarket di Kota Metro.

“Takutnya nanti mienya mengandung minyak babi atau tulang babi, bakso mengandung formalin dan boraks, itu kita cek secara berkala. Termasuk juga untuk melihat apakah makanan tersebut terkontaminasi bakteri atau tidak. Ini untuk melihat apakah makanan tersebut layak dan aman untuk dikonsumsi,” bebernya.

Dikatakannya, penyakit yang umum terdapat dalam sapi di Kota Metro, yaitu penyakit cacing hati. Itupun, jumlahnya sangat kecil karena dalam satu bulan biasanya hanya 1 atau 2 ekor Sapi yang terjangkit cacing hati.

“Cacing hati itu sebenarnya tidak berbahaya. Biasanya hati sapi itukan besar, dan yang terserang cacing hati itu tidak semua. Biasanya hanya sebagian. Dan setelah bagian yang terkena cacing hati itu dipotong, maka bagian hati yang tidak terserang cacing hati itu sudah aman untuk dijual,” katanya.

Ia menambahkan, untuk memastikan daging yang dipotong warga atau agen, halal atau tidak, RPH dan Laboraturium Kesmavet juga sering melakukan sosialisasi ke warga dan juga para agen sapi.

“Kalau yang dari kita sudah jelas, karena kita sudah punya sertifikat, baik itu sertifikat halal, sertifikat untuk tukang jagal, dan lainnya kita sudah punya. Dan saya tekankan niat untuk menyembelih hewan itu bukan Lafadz Bismillah tetapi Bissmillahi Allahu Akbar. Itu yang benar,” tambahnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda