Dampak Hujan Lebat Terhadap Pelayaran

275
Dampak Hujan Lebat Terhadap Pelayaran
(Ilustrasi)

Sebatin.com – Beberapa waktu yang lalu hujan lebat membanjiri sebagian besar wilayah Lampung. Hujan yang turun sejak sore hari terus berlanjut hingga keesokan paginya menyebabkan meluapnya sungai-sungai, membanjiri persawahan, dan juga merusak rumah-rumah masyarakat. Tidak hanya itu beberapa jalan utama nyaris tidak dapat digunakan sebab air yang terlampu tinggi dapat menyeret mobil ataupun motor yang melewatinya.

Dari segi gangguan cuaca, gangguan cuaca skala global nyaris tidak memainkan perannya dalam hujan kemarin. Tidak aktifnya MJO (Madden-Julian Oscillation) membuat cuaca skala regional dan lokal memainkan perannya dengan baik. Angin Monsun Asia yang cukup kuat banyak membawa pasokan uap air dari perairan Laut Cina Selatan menuju wilayah Lampung.

Analisa cuaca terkait hujan lebat ini disebabkan oleh adanya konvergensi atau penumpukan udara yang terjadi di wilayah Lampung. Adanya konvergensi ini merupakan imbas dari dua daerah tekanan rendah di sebelah barat dan juga selatan Lampung. Suhu muka laut (SML) terpantau cukup hangat dari rata-rata klimatologisnya di perairan selatan Lampung, menyediakan pasokan uap air yang berlimpah ke atmosfer sebagai unsur pembentukan awan.

Kelembaban udara pada saat kejadian terbilang sangat mendukung, sebab nilai kelembaban udara mulai dari lapisan 850mb hingga lapisan 500mb rata-rata mencapai 100% di sekitar wilayah Lampung. Inilah mengapa awan-awan hujan dapat bertahan lama sebab unsur-unsur pembentukan awannya terpenuhi dengan baik. Hasil analisa labilitas atmosfer didapatkan atmosfer dalam keadaan yang labil sehingga potensi pembentukan awan hujan sangat besar.

Berdasarkan citra satelit terlihat hujan lebat yang jatuh di Lampung berasal dari awan Cumulunimbus, inilah mengapa sepanjang malam pada saat itu terlihat kilat kilat bersambaran di atmosfer. Awan Cumunimbus didukung dengan awan Alto Stratus menyebabkan hujan turun dengan intensitas yang lebat dan dalam waktu yang lama.

Tidak hanya berdampak di daratan kejadian hujan lebat kemarin juga berdampak pada pelayaran kapal-kapal di pelabuhan. Hujan lebat mengganggu proses keberangkatan serta penyandaran kapal di pelabuhan. Jarak pandang yang sangat buruk menjadi penyebab utamanya, semakin lebat intensitas hujan yang turun maka jarak pandang akan semakin berkurang.

Bagi kapal yang sedang melakukan bongkar muatan akan mengalami penundaan sebab pengoperasian alat yang digunakan akan terganggu dengan adanya hujan lebat. Dengan adanya penundaan ini, maka terjadi penumpukan kapal di pelabuhan. Jika dipaksakan tentu akan berakibat fatal sebab disamping hujan lebat angin kencang juga terjadi di wilayah yang terjadi hujan kemarin.

Untuk masyarakat nelayan langung mengambil sikap untuk tidak pergi melaut, dampak dari hujan lebat kemarin yaitu meningkatkatnya ombak di perairan Lampung sekitar 1-2 m. Di wilayah perairan barat Lampung bahkan hingga mencapai 2-3 m. Tidak banyak masyarakat yang terkejut dengan hujan lebat kemarin sebab bukan hal yang biasanya terjadi banjir di bulan februari yang merata di sekuruh wilayah Lampung. Prakiraan cuaca hujan masih berpotensi turun hingga 2 hari kedepan dengan intensitas yang bervariasi mulai ringan hingga lebat. Masyarakat dihimbau tetap waspada menjelang akhir bulan ini sebab bencana hidrometeorologi masih berpeluang terjadi kembali.

Eka Suci Puspita Wulandari

Penulis: Eka Suci Puspita Wulandari
Pengamat Stasiun Maritim Panjang Lampung

Tinggalkan Komentar Anda