Darsono Nekad Panjat Tiang Reklame Setinggi 20 Meter di Bundaran Kota Metro

1802
Darsono Nekad Panjat Tiang Reklame Setinggi 20 Meter di Bundaran Kota Metro
Darsono saat memanjat baliho setinggi 20 meter yang berada di lokasi bundaran Kota Metro, Senin (20/03/2017). Foto: Arby - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Ada pemandangan yang cukup menegangkan di bundaran Kota Metro pagi ini, Senin (20/03/2017). Pasalnya, seorang pria nekad memanjat baliho setinggi 20 meter di dekat lokasi tersebut. Sontak saja, aksi yang cukup beresiko ini menjadi pusat perhatian setiap pengendara yang melintas.

Berdasarkan informasi yang diterima Sebatin.com, pria tersebut bernama Darsono, seorang anggota Satpol PP Kota Metro yang saat itu ditugaskan untuk melepas baliho yang bergelantungan.

Darsono Nekad Panjat Tiang Reklame Setinggi 20 Meter di Bundaran Kota Metro 2
Darsono, anggota Sat Pol PP Kota Metro terlihat memanjat tiang reklame di jalan Jendral Sudirman, Metro pusat, tepatnya di sudut bundaran pusat Kota Metro, Senin (20/03/2017). Foto: Arby – Sebatin.com

Dari keterangan Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kota Metro, Jose Sarmento mengungkapkan, dirinya menugaskan salah seorang anggotanya untuk menurunkan reklame yang dianggap berbahaya tersebut karena melihat kondisi reklame yang sudah lepas dari pengaitnya.

“Ya, jadi kami pada hari ini menurunkan baliho ini karena beberapa hari yang lalu hujan dengan intensitas yang tinggi, sehingga banyak menimbulkan baliho-baliho yang roboh, kemudian banyak juga yang sudah rapuh dan berkarat, sehingga kami melakukan penertiban, karena sudah mengganggu keindahan,” ungkapnya saat di wawancarai Sebatin.com, Senin (20/03/2017).

Darsono Nekad Panjat Tiang Reklame Setinggi 20 Meter di Bundaran Kota Metro 3
Wawancara Kabid tribum Satpol PP Kota Metro Jose sarmento. Foto: Arby – Sebatin.com

Jose menjelaskan, kendati berisiko tinggi tanpa alat pengaman dan asuransi kecelakaan, anggotanya tetap ditugaskan untuk menertibkan baliho yang dinilai membahayakan demi keindahan Bumi Sai Wawai.

“Walaupun dengan resiko yang begitu tinggi tanpa alat pengaman dan lain sebagainya, anggota kami tetap melaksanakan tugas menertibkan ini, yang penting kota ini bersih dan ditambah lagi anggota kami juga tidak ada asuransinya, tapi kami tetap melaksanakan tugas sebagaimana biasanya,” jelasnya.

Dirinya juga mengharapkan, Dinas terkait dapat memfasilitasi alat penunjang guna menertibkan baliho yang dinilai telah terbengkalai di Kota Metro.

“Nanti mudah-mudahan ke depannya mungkin Dispenda dapat memikirkan untuk pengadaan alat-alat untuk penertiban seperti baliho-baliho besar seperti ini, karena ini kalau dibiarkan, berbahaya bagi kita semua,” harapnya.

(Arby)

Tinggalkan Komentar Anda