Diduga Proyek Asal Jadi, Warga Lamteng Minta Gubernur Lampung Tinjau Lokasi

627
Diduga Proyek Asal Jadi, Warga Lamteng Minta Gubernur Lampung Tinjau Lokasi
Kondisi Jalan Utama kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah / Foto : Yoeda-Sebatin.com

Sebatin.com, Lampung Tengah – Pembangunan daerah khususnya infrastruktur jalan menjadi ujung tombak dalam melancarkan aktivitas perekonomian masyarakat. Pembangunan-pembangunan tersebut diharapkan mampu menunjang perkembangan pembanguan di suatu daerah.

Namun hal tersebut berbeda ketika melintasi jalan utama Bumi ratu Nuban Lampung Tengah, sejumlah masyarakat mengeluhkan pembangunan jalan Hotmix dan Rigit yang dinilai asal jadi.

Agus Nasrul (40) warga Bumi Agung menuturkan, jalan yang merupakan akses alternatif menuju Kecamatan Trimurjo dan Kota Metro tampak rusak. Ironisnya, proyek jalan berjenis Hotmix yang diduga dikerjakan oleh dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi Lampung tersebut memiliki kerusakan yang cukup parah.

“Jalan ini menjadi akses menuju Trimurjo dan Kota Metro, selain proyek hotmix ada juga proyek cor beton yang berlokasi di prapatan Wates dan di bedeng 18 Untoro, kemudian yang paling parah rusaknya adalah proyek hotmix di dusun Bumiagung ini. Hotmix ini panjangnya sekitar 1 kilo, lihat aja aspalnya hancur semua mas, apa lagi mobil truk muatan di atas 30 ton tiap hari lewat sini, tambah parah rusaknya, padahal proyek ini baru selesai bulan lalu (Des 2016 red) dan kata pekerjanya ini proyek propinsi”, ungkap Agus.

Selain itu, keluhan serupa juga di diungkapkan oleh Indra Jaya (45) yang merupakan tokoh pemuda Bumi Ratu Nuban. Dirinya menilai proyek tersebut bak “siluman” sehingga masyarakat sulit untuk mengawasi proyek yang ditaksir menyerap anggaran miliaran rupiah.

“Bagaimana masyarakat bisa mengetahui dan mengawasi pekerjaan ini karena pembangunan proyek ini seperti siluman tidak ada papan informasi, terkesan ditutupi, dilihat dari proyeknya ini jelas bernilai milyaran dan tidak profesional pekerjaannya. Faktanya ini aspal pada hancur, juga pembangunan talut seperti tidak selesai, jelas ini pemborosan uang negara dan warga disini merasa dirugikan”, ungkapnya.

Dirinya mengharapakn, Gubernur lampung M. Ridho Ficardo dapat meninjau langsung lokasi pembangunan yang baru rampung dikerjakan serta dapat memberikan solusi terkait kerusakan tersebut.

“Sebagai warga masyarakat Kabupaten Lampung Tengah khususnya masyarakat Kecamatan Bumiratu Nuban memohon kepada Gubernur Lampung agar dapat meninjau langsung ke lokasi guna memberikan solusi atas permasalahan ini,” harapnya.

(Yoeda)

Tinggalkan Komentar Anda