Diduga Pungli, Ratusan Mahasiswa Demo di Depan Gedung Rektor Kampus IAIN

499
Diduga Pungli, Ratusan Mahasiswa Demo di Depan Gedung Rektor Kampus IAIN
Salah satu poster yang di pegang mahasiswa aksi, Senin (13/03/2017). Foto: Arby - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Metro menggelar aksi demo di halaman kampus mereka, Senin (13/03/2017) pagi tadi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lembaga kampus karena diduga telah melakukan pungli terhadap mahasiswa yang hendak menyelesaikan wisuda.

Dengan bermodalkan spanduk yang bertuliskan penolakan dan pertanyaan, ratusan mahasiswa ini menyuarakan aksinya di dalam halaman kampus. Tidak hanya itu, ratusan mahasiswa juga melakukan sweeping ke sejumlah ruangan untuk mengajak mahasiswa lainnya berorasi.

Aksi demonstrasi ini diduga kuat atas adanya pungutan yang inkonstitusional atau ilegal yang diduga dilakukan oleh oknum pihak fakultas syari’ah terhadap seluruh mahasiswa peserta wisuda pada fakultas tersebut.

Dari pantauan Sebatin.com, dalam aksi tersebut sempat terjadi cekcok mulut antara mahasiswa dan pihak kampus, aksi saling dorong mahasiswa dengan security kampuspun tidak terelakkan, bahkan sejumlah mahasiswa yang diduga provokator nyaris berkelahi dengan mahasiswa aksi.

Diduga Pungli, Ratusan Mahasiswa Demo di Depan Gedung Rektor Kampus IAIN 2
Aksi demo ratusan mahasiswa IAIN Metro diwarnai aksi saling dorong dan cekcok mulut antara mahasiswa dan pihak kampus, Senin (13/03/2017). Foto: Arby – Sebatin.com

Menurut kordinator aksi, Riki Ardianto, unjuk rasa ratusan mahasiswa tersebut guna mempertanyakan dasar penundaan wisuda dan dugaan pungutan liar yang menyasar kepada mahasiswa, lantaran setiap mahasiswa dipungut uang sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) yang peruntukannya tidak jelas atau mengada-ada.

“Ada tiga tuntutan umum yang secara jelas kita sampaikan tadi, yang pertama berkenaan tentang mahasiswa yang tidak bisa diwisuda, atas dasar kuota, tapi mereka sudah ikut yudisium itu harus diwisudakan. Yang kedua menuntut untuk birokrasi mahasiswa yang hingga hari ini belum ada kejelasan untuk diselesaikan. Dan yang ketiga menuntut pungli yang berkembang di IAIN ini dalam bentuk apapun untuk dihapuskan dan pelakunya diproses secara hukum,” jelasnya saat di wawancarai awak media usai unjuk rasa.

Diduga Pungli, Ratusan Mahasiswa Demo di Depan Gedung Rektor Kampus IAIN 3
Riki Ardianto saat diwawancarai sebatin.com usai unjuk rasa di halaman kampus IAIN Kota Metro. Foto: Arby – Sebatin.com

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan seperti apa bentuk buku yang telah dibelikan oleh pihak kampus dari uang yang dipungut oleh mahasiswa.

“Jadi di jurusan syariah itu setiap kawan-kawan yang menyelesaikan yudisium itu diwajibkan untuk membayar uang Rp. 100.000,- bahasa dari beliau memang untuk buku, namun kalo sudah sampai sekian ratus orang mengumpulkan uang seratus ribu alangkah banyak uangnya kan, dan itu kalo mau dibelikan semua buku mau ditaro’ mana bukunya. Bahkan sampai sekarang kita juga belum tau itu buku apa dan di mana nyimpannya, nah ini yang jadi permasalahan,” cetusnya.

Diduga Pungli, Ratusan Mahasiswa Demo di Depan Gedung Rektor Kampus IAIN 4
Prof. Enizar, M.Ag. Rektor IAIN Kota Metro saat diwawancarai di ruang kerjanya. Foto: Arby – Sebatin.com

Sementara itu, ketika di konfirmasi awak media, Rektor IAIN Kota Metro Prof. Enizar, M.Ag. belum dapat memberikan keterangan terkait dugaan pungli di lembaga yang dipimpinnya. Namun dirinya telah mendapat laporan dari pihak jurusan terkait pembelian buku yang menurutnya dibeli dari luar Indonesia dan berbahasa Arab.

“Kita gak bisa memberikan komentar dulu karena itu juga bisa mencemarkan nama baik ya, kalau memang jurusan nanti bahwa dia punya buktinya yang sudah dibelikan, kalau beli sendiri-sendiri kan nanti mahasiswa beli buku asal-asalan, sehingga tidak terlalu bermanfaat, mungkin itu alasan mereka, sehingga dibelikan buku yang memang tidak ada dijual, bahkan di Indonesia pun tidak dijual, itu didatangkan dari luar berbahasa arab, kalau yang kemarin yang saya sudah dilapori. Nah itu nanti bisa dilihat di jurusan,” jelasnya.

(Arby)

Tinggalkan Komentar Anda