Diduga Tidak Transparan Mengelola Tender, Belasan Pengacara Datangi Pengadilan Agama Metro

672
Diduga Tidak Transparan Mengelola Tender, Belasan Pengacara Datangi Pengadilan Agama Metro
Belasan pengacara mendatangi kantor pengadilan agama Kota Metro, Jum'at (17/03/2017). Foto: Arby - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Belasan Pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) cabang Metro menggelar aksi protes dengan mendatangi kantor Pengadilan Agama Kota Metro, Jum’at (17/03/2017).

Kedatangan belasan pengacara tersebut untuk Ketua Pengadilan Agama Metro Drs. Ikhsan dapat berdialog guna menyelesaikan masalah yang menjadi tuntutan para pengacara.

Dalam dialognya, belasan pengacara ini meminta Drs. Ikhsan selaku pemangku kebijakan di Pengadilan Agama Metro dapat menggelar kembali tender bantuan hukum serta netral dan transparan dalam pengelolaannya.

Sekretaris Peradi Metro Indra Syahfri menyampaikan beberapa tututan yang ditujukan kepada Pengadilan Agama Kota Metro.

“Jadi tuntutan kita ke Pengadilan Agama Metro, yang pertama terkait masalah sidang keliling agar orang yang memakai jasa advokat, tidak dimasukkan dalam sistem sidang keliling dan tetap sidang di Pengadilan Agama Metro. Yang kedua tentang adanya tender masalah bantuan hukum di Pengadilan Agama Metro yang saat ini para rekan lembaga bantuan hukum yang sudah mengikuti seleksi tapi kami tidak bisa masuk,” jelasnya saat diwawancarai Sebatin.com.

Diduga Tidak Transparan Mengelola Tender, Belasan Pengacara Datangi Pengadilan Agama Metro 2
Sekretaris Peradi Metro Indra Syahfri, S.H. saat diwawancarai Sebatin.com usai berdialog. Foto: Arby – Sebatin.com

Indra juga menyampaikan ketidakpuasannya terhadap Pengadilan Agama Kota Metro.

“Dan saat ini, setelah kami lihat bahwa untuk di tiga wilayah pengadilan, seperti di Metro, Tanjung Karang, dan dan Pengadilan Agama Kalianda, semuanya dipegang oleh APSI. Nah inilah yang menjadi ketidakpuasan dari rekan-rekan sekalian yang ikut lelang, terutama organisasi Peradi Kota Metro,” ucapnya.

Dirinya juga mensinyalir adanya praktik dugaan ketidaknetralan pihak Pengadilan Agama Kota Metro terkait pengadaan tender tersebut.

“Iya seyogyanya kami mensinyalir, ada apa kok tiga peradilan bisa dipegang oleh satu organisasi, ini kami tidak terima dengan hal tersebut. Jadi kami mensinyalir apakah ini ada permainan atau bagaimana, tapi bukti nyatanya adalah tiga peradilan dipegang oleh satu organisasi, yaitu APSI,” ujarnya.

Selain itu, Indra Syahfri juga meminta pihak pengadilan untuk melakukan tender ulang guna terciptanya penyelenggaraan yang bersih. Dan bila pihak pengadilan tidak melaksanakan tender ulang, pihaknya akan mengajukan gugatan kepada instansi terkait seperti Mahkamah Agung hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami dari organisasi kan meminta untuk dilaksanakan tender ulang dan untuk disampaikan ke pejabat yang berwenang agar ini dilakukan tender ulang, bila ke depannya tidak dilakukan tender, kami berupaya akan menggugat, kami akan mengajukan gugatan ketun dan juga akan menyampaikan surat-surat ke Mahkamah Agung, Bawas, dan KPK untuk penyelenggaraan yang bersih,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua pengadilan Agama Kota Metro Drs. Ikhsan menyampaikan ketidaktahuannya terkait tender bantuan hukum tersebut, serta pihaknya belum dapat memastikan serta mengabulkan permintaan para advokat, khususnya Peradi Kota Metro.

“Mengenai bantuan hukum sebenarnya begini, kami prihatin kalau cuma ada satu yang masuk kan gitu ya, padahal kan banyak yang mendaftar. Itu kita nggak tau masalahnya, yang di sini nggak tau masalahnya sama sekali. Nah ini apa masalahnya kita nggak tau, bagaimana nanti dari Mahkamah Agung karena di sana servernya,” ucapnya.

Diduga Tidak Transparan Mengelola Tender, Belasan Pengacara Datangi Pengadilan Agama Metro 3
Ketua Pengadilan Agama Kota Metro Drs. Ikhsan saat berdialog dengan Pengacara Peradi Kota Metro, di ruang sidang Pengadilan setempat, Jum’at (17/03/2017). Foto: Arby – Sebatin.com

Selain itu terkait pengulangan tender bantuan hukum yang menjadi tuntutan para pengacara, dirinya belum dapat memberikan keterangan pasti, namun dirinya bersih kukuh tidak mengetahui permasalahan tersebut dan menyebut tender itu langsung dari Mahkamah Agung. (Arby)

Tinggalkan Komentar Anda