Diharapkan Jadi Pembendung Laju Penyebaran HIV/AIDS, Dinsos Lampung Dukung Pengukuhan Seribu Sahabat Peduli ODHA

2
Diharapkan-Jadi-Pembendung-Laju-Penyebaran-HIV-AIDS,-Dinsos-Lampung-Dukung-Pengukuhan-Seribu-Sahabat-Peduli-ODHA
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat menghadiri acara Sosialisasi dan Pengukuhan Seribu Sahabat Peduli ODHA, di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat (31/08/18).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Peningkatan kasus HIV/AIDS di Provinsi Lampung dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan. Dan dua cara penularan infeksi HIV yang terbanyak sampai saat ini adalah melalui hubungan seks yang tidak aman dan penyalahgunaan NAPZA suntik. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat membuka acara Sosialisasi dan Pengukuhan Seribu Sahabat Peduli ODHA, di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat (31/08/18).

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, Sumarju Saeni berharap, dapat menjadi alat pembendung bagi lajunya pertumbuhan epidemi HIV/AIDS pada masyarakat. “Saya sangat menyambut baik atas diselenggarakannya Sosialisasi dan Pengukuhan sahabat ODHA ini. Dan harapannya, dapat bermanfaat bagi masyarakat Lampung, khususnya para ODHA dan berkurangnya masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS”, ucapnya.

“Dan bagi pihak-pihak terkait lainnya, juga diharapkan dapat menginspirasi dan menggugah, untuk menjadi agen perubahan, serta turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS”, pungkas Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Ditambahkan oleh Kasubdit Rehabilitasi Sosial Tuna Susial dan ODHA Kemensos RI, Ismet Syaifulloh, yang mengatakan bahwa berdasarkan data ODHA di Provinsi Lampung Tahun 2002 – 2017, penyandang ODHA telah mencapai kurang lebih 2.200 orang. “Padahal dalam kenyataannya jauh lebih besar, karena untuk kasus HIV dan AIDS, yang terjadi seperti fenomena gunung es, dimana jumlah yang sesungguhnya jauh lebih besar dari yang dilaporkan”, terangnya.

Sementara itu, salah satu Praktisi ODHA dari Jakarta, DR Baby Jim Aditya juga menyampaikan terkait pemahaman bahwa HIV dapat ditularkan melalui darah, ASI, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi dan terkena kontak langsung dengan luka di kulit atau selaput lendir yang terbuka, seperti mulut, hidung, vagina, rektum, dan bukaan penis.

“Jadi jangan berasumsi bahwa seseorang yang tidak memiliki gejala pasti tidak memiliki HIV. Orang dapat memiliki HIV beberapa tahun sebelum memiliki AIDS, dan orang yang terinfeksi dapat menularkan virus”, pungkasnya.

(*)

Tinggalkan Komentar Anda