Dikunjungi Wantimpres, Bupati Lampung Tengah Paparkan Potensi dan Capaiannya

39
Dewan pertimbangan presiden Republik Indonesia (Wantimpres) meninjau potensi peternakan, perkebunan dan pertanian yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, Rabu, (27/12). Foto : Red

Sebatin.com, Lampung Tengah – Pemerintah pusat melalui Dewan pertimbangan presiden Republik Indonesia (Wantimpres) meninjau potensi peternakan, perkebunan dan pertanian yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, Rabu, (27/12).

Rombongan Wantimpres yang dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. (H.C) IGK Manila ini disambut langsung oleh Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa yang didampingi para kepala SKPD se-Kabupaten Lampung Tengah.

Pada kesempatan itu, Mustafa dihadapan para Wantimpres memaparkan sejumlah kekayaan dan potensi peternakan, perkebunan dan perikanan yang ada di Lampung Tengah.

Di sektor peternakan, Mustafa memaparkan bahwa Lampung Tengah menjadi salah satu lumbung daging di provinsi Lampung. Di tahun 2017 populasi sapi yang dimiliki mencapai 220.453 ekor, kambing 225.480 ekor, ayam kampung 974.937 ekor, ayam pedaging 2.153.700 ekor dan ayam petelur 734.600 ekor.

Menurutnya, beberapa upaya telah dilakukan Pemkab Lampung Tengah dalam rangkan meningkatkan populasi hewan ternak dengan harapan bisa menunjang kebutuhan daging lokal dan nasional.

“Kami telah mencanangkan kampung ternak dengan memberikan bantuan 5-10 ekor sapi tiap kampung, memaksimalkan program inseminasi gratis dengan target 60 ribu ekor sapi, lalu mengembangkan pakan ternak mandiri dengan membudidayakan rumput odot,” ungkapnya.

Sementara di sektor perkebunan dan pertanian, kata Mustafa, Lampung Tengah memiliki luas lahan kebun dan ladang hingga 122.813 ha, sawah irigasi seluas 568.836 ha, dan sawah tadah hujan 12.582 ha. Kelapa sawit Lampung Tengah produksinya mencapai 43.553 ton, tebu 28.523 ton, dan karet 4.930 ton.

“Ubi kayu kita produksinya terbesar di Indonesia yakni 1.730.156 ton, sementara jagung dan padi kita telah menyumbang 30 persen pangan di Lampung. Upaya mengembangkan sektor pertanian terus kami lakukan, salah satunya dengan menerapkan program one zone one product, dimana satu daerah hanya menanam satu komoditas pertanian saja,” jelas Mustafa.

Tinggalkan Komentar Anda