Dinkes Kota Metro Deteksi 54 Orang Mengidap HIV/AIDS

566
Dinkes Kota Metro Deteksi 54 Orang Mengidap HIV/AIDS
Wakil Wali Kota Metro Djohan saat membuka Rakor di aula gedung Dinas Kesehatan Kota Metro, Rabu (08/03/2017). Foto: Arby – Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, penderita virus Human Immonudeficiency Virus (HIV) AIDS di Kota Metro sebanyak 54 orang.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Wali Kota Metro Djohan usai rapat koordinasi terkait penanggulangan AIDS Kota Metro 2017 di Dinas Kesehatan setempat, Rabu (8/3/2017). Ia menjelaskan, dari 54 orang tersebut, sebanyak 28 orang sudah meninggal, sementara sisanya sebanyak 26 orang masih dalam pengobatan.

Djohan menuturkan para pengidap penyakit AIDS itu bukan hanya warga dari Kota Metro saja, tetapi banyak juga dari luar daerah.

“Karena seperti kita ketahui rumah sakit kita ini merupakan penyangga bagi daerah lain, jadi banyak warga daerah lain juga berobat di rumah sakit kita,” tuturnya.

Penyakit HIV AIDS, kata dia, merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Karenanya, perlu dilakukan penyuluhan secara berkala mengenai edukasi tentang bahaya HIV AIDS.

“Penyakit ini memang seperti gunung es, dan yang mengalaminya tentu saja malu. Untuk itu kenapa harus malu? Tentunya ini harus segera diobati jangan ditunda-tunda,” katanya.

Djohan juga mengimbau kepada semua masyarakat di Kota Metro untuk membiasakan hidup bersih dan bebas dari narkoba dan seks bebas.

Di tempat yang sama, Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kota Metro Teguh Wibowo mengatakan, di Lapas sendiri belum terdeteksi berapa yang mengidap penyakit AIDS. Kendati demikian, pihaknya tetap meminimalisir atau mengantisipasi warga binaannya agar tidak tersangkut penyakit mematikan tersebut.

“Karena untuk pemakai narkoba bagi kalangan warga binaan saat ini sangat besar, maka rencananya kita bekerjasama dengan dinas kesehatan akan mengambil sampel darah dari warga binaan dan ini mudah-mudahan dapat terealisasi secepatnya,” harapnya.

Ia menjelaskan, dari 628 warga binaan Lapas, hampir separuhnya napi kasus narkoba yang merupakan kiriman dari lapas lain.

“Untuk itu kita jangan menganggap sepele kasus HIV tersebut karena masa inkubasinya itu 10 tahun, jadi ini harus kita antisipasi sebelum terjangkit,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Maryati mengatakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan dinas kesehatan akan bahu membahu menanggulangi AIDS.

Diakuinya, jika anggaran untuk penanggulangan AIDS ini ada di KPA.

“Yang jelas hari ini kita mulai melakukan sosialisasi penanggulangan AIDS,” pungkasnya.

(Arb/Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda