Dinsos Lampung Gelar Bimtek Penerima UEP Bagi Korban NAPZA

5
Dinsos-Lampung-Gelar-Bimtek-Penerima-UEP-Bagi-Korban-NAPZA-01
Pelaksanaan Bimtek Penerima Usaha Ekonomi Produktif (UEP), bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA, di BP PAUD dan Dikmas Lampung, Bandar Lampung, Selasa (24/7/2018).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Mencermati maraknya permasalahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) lainnya, yang dirasa semakin mengkhawatirkan, karena telah melanda hampir semua lapisan masyarakat tanpa membedakan status ekonomi, sosial maupun pendidikan. Dan memposisikan negara Indonesia dalam status darurat Narkoba.

Hal tersebut yang menjadi pemicu, bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Sosial(Dinsos) untuk menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerima Usaha Ekonomi Produktif (UEP), bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA, yang dilaksanakan di BP PAUD dan Dikmas Lampung, Bandar Lampung, Selasa (24/7/2018).

“NAPZA tidak hanya merugikan diri pengguna, tetapi berdampak juga pada keluarga dan masyarakat”, ujar Kadis Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, saat membuka kegiatan Bimtek.

Kadis Sosial Provinsi Lampung juga menyampaikan, bukti keseriusan pemerintah dalam penanganan penyalahgunaan NAPZA, ditunjukan oleh beberapa kementerian/lembaga untuk sepakat menandatangani peraturan bersama tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi. “Ke tujuh kementerian/lembaga tersebut yakni, Mahkamah Agung, Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Sosial, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan”, paparnya.

“Dan Provinsi Lampung, sesuai dengan kewenangan yang telah diamanahkan dalam Undang-undang, saat ini telah melaksanakan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA, diantaranya juga melalui pendekatan melalui pekerjaan sosial, yang menekankan pada perubahan perilaku korban penyalahgunaan NAPZA, agar dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya di masyarakat”, terang Sumarju Saeni.

“Implementasi kebijakan rehabilitasi sosial dapat terlihat pada program-program di pusat rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA, khususnya pusat rehabilitasi milik masyarakat yang telah ditunjuk sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Dan empat IPWL yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI yaitu, Yayasan Sinar Jati Lampung di Bandar Lampung, Lembaga Ataraxis di Lampung Selatan, Yayasan Srikandi di Lampung Tengah, serta LKS Riyadlotun Nufus di Bandar Lampung”, papar Sumarju Saeni mengakhiri sambutannya.

Dinsos-Lampung-Gelar-Bimtek-Penerima-UEP-Bagi-Korban-NAPZA-02
Para peserta Bimtek Penerima Usaha Ekonomi Produktif (UEP), bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Rehabilitasi Sosial, Ratna Fitriani, menyampaikan, selain rehabilitasi dalam panti, dilaksanakan pula rehabilitasi sosial luar panti, bagi korban penyalahgunaan NAPZA, yang pembinaannya dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Lampung. “Salah satu tahapannya adalah sebagaimana kegiatan yang kita laksanakan hari ini”, sebutnya.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penjangkauan korban penyalahgunaan NAPZA yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Dan hasil dari kegiatan tersebut, telah dapat terseleksi dan terverifikasi sebanyak 25 orang eks korban penyalahgunaan NAPZA, yang akan mendapatkan program pembinaan lanjut, yaitu berupa bantuan stimulan UEP, masing-masing peserta akan mendapatkan modal sebanyak 5 juta rupiah”, pungkas Ratna Fitriani.

(*)

Tinggalkan Komentar Anda