Disidak Inspektorat, Hanya Ada Dua Pegawai di Kelurahan Metro

477
Disidak Inspektorat, Hanya Ada Dua Pegawai di Kelurahan Metro
Inspektur Kota Metro Jihad Helmi menunjukkan absensi pegawai di Kelurahan Metro, Rabu (19/04/2017). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Inspektorat Kota Metro melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kelurahan Metro dan Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Rabu (19/04/2017). Saat dilakukan sidak, di Kelurahan Metro hanya terdapat dua pegawai yang berada di kantor.

Inspektur Kota Metro Jihad Helmi mengatakan, dalam sidak yang dilakukan di Kelurahan Metro hanya Lurah Metro dan pegawai jabatan JFU yang berada di kantor kelurahan. Sedangkan tujuh pegawai lainnya termasuk Sekretaris Lurah tidak hadir dengan keterangan absen.

”Sekitar pukul 08.00 WIB kami datang ke kelurahan, hanya ada lurah dan satu pegawai saja. Dari absen yang kami lakukan tujuh orang pegawai tidak hadir tanpa keterangan. Sedangkan di Kelurahan Hadimulyo Barat dua orang pegawai yang tidak hadir,” katanya usai sidak.

Dirinya berpesan, selaku pemimpin di kelurahan dapat mengajak dan memberi contoh yang baik kepada pegawai tentang disiplin dalam bekerja. Jika hal tersebut sudah dilakukan, dan pegawai masih membandel, maka lurah bisa mengambil langkah tegas bila masih ada pegawai yang masih tidak mengikuti aturan.

”Sesuai surat edaran Wali Kota, Sidak ini bertujuan untuk mengingatkan para pegawai tentang disiplin PNS dan efektivitas waktu bekerja. Waktu masuk, istirahat, dan pulang kerja. Tetapi dengan temuan kita tadi, dapat dilihat jika disiplin PNS di kelurahan mulai menurun. Sebaiknya para lurah dapat kembali mengaktifkan apel pagi dan apel sore. Karena kedisiplinan pegawai pun menjadi tanggungjawab lurah selaku pimpinan untuk merubah pegawai di kelurahannya jadi lebih baik,” bebernya.

Untuk sanksi disiplin, lanjut dia, menjadi hak pimpinan instansi terkait untuk memberikan teguran lisan, tertulis, hingga merekomendasi ke Wali Kota. Kemudian Wali Kota akan meneruskan laporan tersebut kepada Inspektorat untuk ditindaklanjuti.

”Sesuai prosedur, Inspektorat tidak dapat tidak bisa langsung memberikan sanksi disiplin. Kalau di kelurahan ya teguran lisan dan tertulis itu lurah yang memberikan. Jika lurah yang bermasalah, camat yang menegur dan melaporkannya pada Wali Kota. Baru Inspektorat yang menindaklanjuti jika sudah mendapat rekomendasi dari Wali Kota,” ungkapnya.

Sementara Camat Metro Pusat Triana Aprisia mengaku selalu mengingatkan para lurah dan pegawai kelurahan untuk meningkatkan kedisiplinan dan selalu memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Bahkan ia tidak segan untuk memberikan teguran jika ada bawahannya yang tidak mengikuti upacara.

”Kalau saya malah lebih kejam ya, jika mereka tidak upacara langsung saya berikan surat tembusan ke Inspektorat. Tetapi kembali lagi ke individunya, walaupun sudah berulang kali diingatkan sama saja,” tutupnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda