Disporapar Kota Metro Inventarisir Bumi Perkemahan Sumbersari Bantul

618
Disporapar Kota Metro Inventarisir Bumi Perkemahan Sumbersari Bantul
Kepala Disporapar Kota Metro Yeri Ehwan meninjau bagian bawah Buper yang sering kebanjiran akibat meluapnya aliran sungai Way Sekampung jika hujan lebat. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro meninjau Bumi Perkemahan (Buper) di Kelurahan Sumbersari Bantul Kecamatan Metro Selatan. Tinjauan ini untuk menginventarisir apa saja kebutuhan di Buper jika dikembangkan menjadi salah satu objek wisata.

Kepala Disporapar Kota Metro Yeri Ehwan menjelaskan, memang rencananya Buper akan dikembangkan menjadi penangkaran satwa. Di mana, rencananya di kandang-kandang yang sudah ada di Buper akan diisi dengan unggas dan nyamang.

“Sebenarnya fasilitas di sini lengkap. Air ada, wc ada, mushola ada. Gazebo ada 6 buah, kandang-kandang ini ada 13 kandang. Jadi tinggal kita lengkapi saja apa yang kurang, semacam lampu dan lainnya. Dan rencananya memang kita buat penangkaran satwa terlebih dahulu. Dan di sini kan ada 13 kandang. Nanti kita taruh unggas dan nyamang,” jelasnya, Jumat (3/3/2017).

Dikatakannya, untuk sementara fokus utama Disporapar, yakni di bagian atas Buper. Pasalnya, bagian bawah Buper jika turun hujan dengan intensitas tinggi akan kebanjiran.

“Kalau yang bagian bawah, kalau hujan lebat air dari sungai itu meluap. Jadi perlu dibuat tanggul dulu,” katanya.

Jika dibuat tanggul, lanjut Yeri, perlu tinggi sekitar 1 sampai 3 meter. Pasalnya, jika turun hujan lebat air yang naik dari aliran sungai Way Sekampung bisa setinggi 3 meter.

“Tadi kan sudah kita cek. Air yang naik itu bisa ada yang tingginya 1 meter dan ada yang 3 meter. Jadi panjang semuanya sekitar 1.200 meter. Dulu sudah dibuat tanggul tapi baru 300 meter. Jadi masih 900 meter yang belum dibuat tanggul,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Dispora Pariwisata tahun ini juga mengusulkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Buper. Dibentuknya UPT ini, yakni untuk menjaga dan merawat Buper.

“Usulan kita tahun ini. Kalau ada UPT nanti ada petugas yang membersihkan Buper. Sekaligus ada yang menjaga, karena kalau malam inikan gelap gulita. Jadi rawan dicuri ketika ditaruh unggas dan nyamang di sini,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Paino penjaga Buper mengungkapkan, di hari Sabtu dan Minggu ramai siswa-siswi datang ke Buper. Mereka, kata dia, biasanya bersantai di gazebo-gazebo yang ada di Buper.

“Ramai mas kalau pas hari libur. Bahkan ada yang rombongan bawa mobil kesini. Biasanya saya cek semua tasnya, ya nanti takut aneh-aneh di sini. Sekarang kan banyak coretan-coretan di gazebo yang bawah itu. Ya makanya perlu ada penjaga lainnya yang bisa mengawasi. Karena saya juga tidak tentu di sini terus, paling pagi nyapu. Nanti siang ke sini lagi, ngecek,” ungkapnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda