Djohan : Pemkot Metro Komit, Upayakan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

12
Djohan : Pemkot Metro Komit, Upayakan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
Wakil Walikuta Metropolitan, Djohan saat berdialog bersama Tim Verifikasi dan Penilaian Penghargaan Lampung Sejahtera Tahun 2019, di OR Setda Kota Metro, Senin (11/03/19). Foto : Rend

Sebatin.com, Kota Metro – Wakil Walikota Metro, Djohan menerima langsung kunjungan Tim Verifikasi dan Penilaian Penghargaan Lampung Sejahtera Tahun 2019, di OR Setda Kota Metro, Senin (11/03/19).

Berdasarkan hasil verifikasi berkas Penghargaan Lampung Sejahtera 2019, Kota Metro dinyatakan lolos dan menjadi salah satu Nominasi Kabupaten/Kota dan selanjutnya akan dilakukan Penilaian Tahap II oleh Tim Penilai dari Provinsi Lampung.

Dalam sambutanya, Djohan menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya Penghargaan Lampung Sejahtera 2019. Menurutnya, program ini dapat mendorong partisipasi aktif, inovatif dan berkelanjutan dari pemerintah kabupaten/kota dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya masing-masing. Dengan harapan, dapat mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Lampung. “Upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Metro menunjukkan kecenderungan yang semakin membaik. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Kota Metro mengalami penurunan dari 9,89 persen pada tahun 2017 menjadi 9,14 persen pada 2018”, papar Djohan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penangggulangan Kemiskinan (TKPK)

“Bila dibandingkan dengan tingkat kemiskinan provinsi Lampung yang sebesar 13,14 persen dan nasional yang sebesar 9,82 persen maka tingkat kemiskinan di Kota Metro sudah lebih rendah. Namun demikian, kita tidak bisa berpuas diri karena target tingkat kemiskinan yang akan dicapai adalah sebesar 7-8 persen sebagaimana yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Metro Tahun 2016-2021”, ujar Djohan.

Lanjutnya, adalah sebuah kehormatan bagi Pemkot Metro untuk dapat mengikuti Penghargaan Lampung Sejahtera ini. “Kami akan senantiasa berkomitmen dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Kota Metro, tentunya harus ada sinergitas antara Pemerintah Kota Metro dengan Provinsi”, pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Verifikasi dan Penilaian Penghargaan Lampung Sejahtera Tahun 2019, Fitria juga menjelasakan, latar belakang dikeluarkannya penghargaan Lampung Sejahtera, adalah mengenai kegundahan Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri, yang mana evaluasi selama lima tahun belakangan ini penurunan angka kemiskinan di Provinsi Lampung tidak lebih dari setengah digit. “Ada sesuatu yang harus dibenahi sehingga bagaimana caranya ada motivasi sekaligus wadah pembelajaran bagi  percepatan pemberantasan kemiskinan di Provinsi Lampung. Dan ada empat point mekanisme penilaian, yakni perencanaan dan kelembagaan, pelaksanaan, hasil serta inovasi daerah”, jelasnya.

Ditambahkan juga oleh Kepala Bappeda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, yang memaparkan capaian pelaksanaan percepatan penanggulangan kemiskinan di Kota Metro. “Ada empat point, yakni trend penurunan kemiskinan, perencanaan dan kelembagaan, pelaksanaan serta inovasi”, terangnya.

“Paparannya lebih menitikberatkan pada perkembangan tingkat kemiskinan di Kota Metro. Berdasar data yang diperoleh dari kurun waktu tahun 2003-2018 , tingkat kemiskinan Kota Metro menurun secara konsisten selama sepuluh tahun terakhir. Serta pengembangan inovasi yang digalakkan seperti Gerbang Bumi Sai Wawai, Aplikasi Lapor Yai, Sistem Informasi BDT berbasis GIS, e-Barcode untuk E-Warong juga Gertak Insting (Gerakan Serentak Intervensi Stunting),” jelas Bangkit. (Rend)

Tinggalkan Komentar Anda