Djohan: Visi dan Misi Kota Metro Sebagai Kota Pendidikan Akan Tetap Kami Pertahankan

508
Djohan Visi dan Misi Kota Metro Sebagai Kota Pendidikan Akan Tetap Kami Pertahankan
Wakil Wali Kota Metro Djohan saat menemui masa HMI, Senin (23/05/2017). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Wakil Wali Kota Metro Hi. Djohan, S.E.,M.M. akhirnya mendatangi sekumpulan masa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berunjuk rasa di depan pintu gerbang Kantor Pemda Kota Metro, Senin (22/05/2017).

Diketahui, aksi masa HMI tersebut merupakan reaksi atas rencana Pemerintah Kota Metro yang akan membangun tempat parkir di atas lahan yang saat ini ditempati Institusi Yayasan Pusat Pendidikan Islam (YPPI) Lampung. Dalam aksinya kali ini masa HMI mengusung 3 tuntutan, yaitu;

  1. Meminta pemerintah Kota Metro untuk bertanggung jawab terhadap 1.200 mahasiswa dan 200 pelajar atas penggusuran Gedung IAI Agus Salim & YPI Kota Mectro.
  2. Mempertanggung jawabkan statement kepala daerah yang tidak pantas dilontarkan ke publik yang terkesan Arogan.
  3. Meminta pemerintah Kota Metro untuk mempertanggung jawabkan atas beberapa penodaan visi dan misi Kota Metro yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan.

Demo yang sempat diwarnai aksi saling dorong tersebut akhirnya dapat direda dan masa pun kembali melakukan orasinya hingga Wakil Wali Kota Metro Djohan mendatangi mereka yang kemudian berlanjut dengan audensi di OR Setda Metro.

Djohan: Visi dan Misi Kota Metro Sebagai Kota Pendidikan Akan Tetap Kami Pertahankan 2
Audensi di OR Setda Metro. Foto: Hendra – Sebatin.com

Dalam audensi tersebut, Wakil Wali Kota Metro Djohan mengatakan, IAI Agus Salim bukan mau digusur. Di mana, pemkot masih akan merapatkan permasalahan tersebut dengan jajaran.

“Bukan mau digusur. Selasa besok baru mau kita rapatkan bersama yayasan. Saya mau itu bukan hanya pemerintah saja yang harus bertanggung jawab. Tetapi yayasan juga bertanggung jawab,” katanya.

Kemudian, untuk tuntutan mahasiswa yang meminta Wali Kota Metro Achmad Pairin meminta maaf secara terbuka, dirinya akan berkoordinasi dengan Wali Kota terlebih dahulu.

“Saya akan memfasilitasi permintaan maaf Pak Wali kepada masyarakat, sebaik apapun kami memimpin Kota Metro ini tidak akan pernah selesai tanpa bantuan dari semuanya, maka dari itu berikanlah masukan yang baik,” kata Djohan.

Terakhir, menjawab tuntutan mahasiswa yang terakhir, dirinya memastikan bahwa ia tetap berkomitmen untuk mewujudkan visi dan misi Kota Metro.

“Visi dan misi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan akan tetap kami pertahankan,” pungkas Djohan.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda