DPRD Kota Metro Gelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

166
DPRD Kota Metro Gelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 01
(tengah) Ketua DPRD Anna Morinda saat memimpin Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia” di Ruang Sidang DPRD setempat, Rabu (16/8/2017). Foto : Rls

Sebatin.com, Kota Metro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, di pimpin oleh Ketua DPRD Anna Morinda dan didampingi Wakil Ketua I Fahmi Anwar serta Wakil Ketua II Nuraidha, menggelar Rapat Paripurna Istimewa, dengan agenda “Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia” di Ruang Sidang DPRD setempat, Rabu (16/8/2017).

Hadir pula dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Metro tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Kapolres Metro AKBP Rali Muskitta, Kasdim 0411/LT Mayor Ucok Simamora, Kepala Kejaksaan Negeri yang diwakili Kasi Intel Bobby, Kepala Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama. Serta Sekretaris Kota Metro Nasir AT, Asisten I, II, dan III, juga Kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Metro serta diikuti oleh 19 anggota DPRD setempat.

DPRD Kota Metro Gelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 02
Siaran Langsung Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang di tonton oleh seluruh peserta Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Metro, di Ruang Sidang DPRD setempat, Rabu (16/8/2017). Foto : Rls

Usai pembacaan tata tertib rapat paripurna yang dibacakan oleh Ketua DPRD Kota Metro, acara dilanjutkan dengan menyaksikan bersama pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo. Berikut kutipan Pidato tersebut :

DPRD Kota Metro Gelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 03
segenap peserta Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Metro, sedang mendengarkan Pidato Presiden RI Ir Joko Widodo, melalui Giant Screen, di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Rabu (16/8/2017). Foto : Rls

Yang saya hormati, seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara. Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja dan Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian. Yang saya hormati Bapak BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia Ketiga. Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima.

Yang saya hormati Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz. Yang saya hormati Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono. Yang saya hormati Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Yang saya hormati Ibu Karlina Umar Wirahadikusumah. Hadirin sekalian yang berbahagia, Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas rahmat-Nya, kita dapat menghadiri Sidang Tahunan Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tahun 2017.

Di depan sidang yang terhormat ini, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh lembaga negara, atas kekompakan, sinergi dan kerjasama yang baik selama ini. Saya yakin dengan kekompakan, dengan sinergi, dengan kerja bersama itu, tidak akan memperlemah tugas dan tanggung jawab konstitusional yang dijalankan oleh setiap lembaga negara, tetapi justru memperkuat kita semua dalam memenuhi amanah rakyat.

Dalam semangat persatuan Indonesia itu, lembaga-lembaga negara justru bisa bekerja dengan lebih baik, bila saling mengingatkan, saling kontrol, saling mengimbangi dan saling melengkapi. Tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut, memiliki kekuasaan yang lebih besar dari lembaga negara yang lain. Inilah jatidiri bangsa kita dalam bernegara. Inilah kekuatan bangsa kita dalam menghadapi setiap tantangan. Inilah keunggulan bangsa kita dalam menghadapi masa depan. Kekuatan yangjuga terefleksikan dalam 72 tahun perjalanan bangsa dan negara kita.

Kita harus menjadikan sejarah sebagai fondasi untuk menatap masa depan. Pelajaran yang sangat penting dari sejarah bangsa kita adalah kemerdekaan bisa kita rebut, bisa kita raih, bisa kita proklamasikan karena semua anak-anak bangsa mampu untuk bersatu, mampu untuk bekerjasama, mampu untuk kerja bersama.

Modal persatuan Indonesia yang kokoh itu harus terus kita jaga, kita rawat, kita perkuat. Dan harus jadi pijakan kita bersama dalam menghadapi ujian sejarah berikutnya yaitu memenuhi janji-janji kemerdekaan. Janji kemerdekaan untuk mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Saya percaya, tugas yang maha berat itu akan bisa kita tunaikan apabila kita semua mau bersatu, mau bekerjasama, mau kerja bersama.

Ke depan, bangsa kita menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kita akan mengarungi samudera globalisasi. Kita akan berhadapan dengan dinamika perubahan yang sangat cepat. Kita akan menghadapi kemajuan inovasi teknologi yang destruktif. Tapi, saya yakin dengan bersatu, kita akan bisa menghadapi semua itu. Karena bangsa kita adalah bangsa besar.

Bangsa kita adalah bangsa yang teruji. Bangsa kita adalah bangsa petarung. Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, Tujuh puluh dua tahun kita merdeka, kita bersyukur atas seluruh capaian yang kita raih. Ini semua atas kerja keras dari seluruh rakyat Indonesia, kerja bersama dari lembaga-lembaga negara. Namun, kita menyadari bahwa belum semua rakyat Indonesia merasakan buah kemerdekaan. Kita menyadari bahwa manfaat pembangunan belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok tanah air.

Kita menyadari bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya kita bisa wujudkan. Untuk itu, di tahun ketiga masa bakti Kabinet Kerja ini, Pemerintah lebih fokus untuk melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Kita ingin rakyat-rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keadilan sosial harus mampu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Rakyat di Aceh harus bisa merasakan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sanitasi dan air bersih maupun pelayanan transportasi, sama baiknya dengan apa yang dirasakan oleh saudara-saudaranya yang lain di seluruh pelosok negeri.

Kita ingin rakyat di perbatasan Papua, bisa memiliki rasa bangga pada tanah airnya, karena kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik. Kita ingin rakyat Papua di pegunungan juga bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok yang sama dengan saudaranya di wilayah lain Indonesia. Kita ingin rakyat Pulau Miangas bisa merasakan kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Program Kartu Indonesia Sehat, Program Kartu Indonesia Pintar, dan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk balita dan ibu hamil. Kita ingin rakyat di Pulau Rote juga bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, lancarnya konektivitas dan turunnya biaya logistik.

Kita ingin kualitas hidup rakyat Indonesia semakin meningkat. Walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita naik dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,18 di tahun 2016 kita tidak boleh cepat berpuas diri. Kita juga harus terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan, yang saat ini Indeks Gini Rasio bisa kita turunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017.

Saya yakin hanya dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, kita akan semakin bersatu. Pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia. Pembangunan yang berkeadilan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi persaingan global. Tidak ada yang merasa menjadi warga negara kelas dua, warga negara kelas tiga. Karena semuanya adalah warga negara Republik Indonesia. Semuanya, setara mendapatkan manfaat dari pembangunan. Semuanya ikut terlibat mengambil tanggung jawab dalam kerja bersama membangun bangsa.
Akhirnya dengan semangat persatuan Indonesia, saya yakin kita akan mampu menjalankan tugas konstitusional kita, menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang mandiri, berdaulat, dan berkepribadian.

(Adv)

Tinggalkan Komentar Anda