DPRD Lampung : Puji Sartono Dukung Pengembangan Generasi Muda di Karang Taruna

4
DPRD Lampung : Puji Sartono Dukung Pengembangan Generasi Muda di Karang Taruna
Anggota DPRD Lampung, Dapil Lampung Selatan Puji Sartono saat giat Reses di Way Galih beberapa waktu lalu.

Sebatin.com, Kalianda – Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030 hingga tahun 2040, di mana jumlah penduduk usia produktif yang berusia antara 15-64 tahun lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Momentum tersebut tentu menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah signifikan. Namun, hal tersebut juga dapat menjadi ancaman serius apabila mereka tidak diarahkan dengan baik.

Anggota DPRD Lampung, Dapil Lampung Selatan Puji Sartono berusaha mengarahkan pemuda untuk giat melakukan pertemuan dalam wadah Karang Taruna sebagai tempat untuk dapat berkarya dalam pembangunan di masyarakat lingkungan mereka.

Salah satunya di kegiatan Reses yang dilakukan di Way Galih beberapa hari lalu. Bagi Puji, pemuda adalah aset yang akan menentukan kemajuan bangsa kedepan dan harus kita jaga dan arahkan.

Jika tidak disiapkan dan dibina dengan baik, generasi muda justru akan membawa dampak yang buruk bagi kehidupan bangsa dan negara.

“Pemuda dan khususnya mereka yang tergabung dalam Karang Taruna adalah aset yang akan menentukan masa depan bangsa ini. Maka harus kita dampingi dan arahkan mereka dalam hal-hal yang positif. Karena jika tidak kita bina dengan baik, justru akan membawa dampak yang buruk bagi kehidupan bangsa ini,” kata Puji.

Dengan kemajuan teknologi, muncul permasalahan di kalangan remaja, seperti narkoba, rendahnya keikutsertaan remaja dalam setiap pembangunan, dan apatis terhadap kegiatan-kegiatan di masyarakat.

Menurut Puji, ini harus perlu adanya penanganan yang serius. Sebagaimana data BNN, bahwa pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,1 juta orang di mana 40% di antaranya mahasiswa dan pelajar.

“Sehingga perlu kita bantu arahkan mereka jangan sampai mereka terjerumus pada hal yang tidak baik seperti narkoba, rendahnya keikutsertaan remaja dalam pembangunan dan sikap apatis terhadap kegiatan-kegiatan di masyarakat,” lanjut Puji.

Karena itu, menurut Puji, wadah pemuda seperti karang taruna ini perlu kita dampingi dan dukung agar mereka mampu berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan di desa. (Nn)

Tinggalkan Komentar Anda