DPRD Metro Desak Pemkot Penuhi APD Tenaga Medis dan Sembako Untuk Rakyat

2
DPRD Metro Desak Pemkot Penuhi APD Tenaga Medis dan Sembako Untuk Rakyat
Wakil Ketua I DPRD Kota Metro, Anna Morinda

Sebatin.com, Kota Metro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro medesak Pemerintah Kota (Pemkot) setempat untuk secepatnya memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis dan sembako untuk rakyat yang membutuhkan. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua I DPRD Kota Metro, Anna Morinda, saat dikonfirmasi awak media usai kegiatan aksi sosialnya, Minggu (29/03/20).

Anna mengatakan, Pemkot diminta segera melakukan sterilisasi diseluruh gerbang masuk Bumi Sai Wawai. “Terkait APD saya kira pemerintah harus mengambil langkah yang cepat. Sekali lagi yang pertama apapun yang kita lakukan kalau tidak Lockdown itu gak bisa. Stop, berhenti dulu antar perbatasan. Clearkan dulu seluruh perbatasan di seluruh Kota Metro. Yang boleh masuk cuma TNI, Polri, sembako dan yang penting-penting,” ujarnya.

Politisi dari PDIP Metro ini juga mengapresiasi kinerja tim medis. Ia meminta Pemkot segera memenuhi APD agar tim medis tidak kehilangan harapan.

“Lalu yang kedua APD, Dokter dan para medis mereka juga harus sehat. Mereka jangan sampai kehilangan hope, karena kita tidak ada yang perduli dengan mereka,” tegas Anna.

Selain itu, ketika harus Lockdown Pemkot juga diminta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berdiam diri di rumah selama 14 hari. “Yang ketiga, rakyat itu banyak yang tidak bisa keluar rumah kalo kita Lockdown. Pemerintah harus siapin, minimal beras mereka ada di rumah,” tandasnya.

Dikutip dari situs Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Metro, dr.Agung Budi Prasetyono, Sp.PD, mendesak pemerintah Kota (Pemkot) Metro segera memenuhi Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis.

“APD sangat mendesak untuk tenaga medis..kami berperang dengan minimal perlindungan,” ungkap Ketua IDI ini Kepada Wartawan, Sabtu (28/03) kemarin.

Menurutnya, APD yang tersedia saat ini masih sangat terbatas sehingga banyak dari mereka yang rela patungan untuk membeli kebutuhan keselamatan diri itu, agar tetap dapat menolong PDP COVID-19 yang ada di Kota Metro. “IDI galang dana sendiri. Dari anggota dan beli APD sendiri. Kalau ruang isolasi APD masih cukup tetapi yang sekarang memprihatinkan adalah ketersediaan masker baik N.95, maupun masker bedah,” ujarnya.

Agung secara tegas mengatakan, IDI Kota Metro meminta para pihak yang berkepentingan mengambil kebijakan segera dapat menjamin ketersediaan APD bagi tenaga medis Khusunya di Kota Metro. “Karena itu, IDI mendesak agar para pemegang kebijakan segera bertindak untuk pengadaan APD ini, karna ini menyangkut keselamatan para tenaga medis,” pungkasnya.

Menyikapi hal itu, Sekretaris Kota Metro, A Nasir mengungkapkan, Pemkot Metro telah berencana menggulirkan bantuan kepada masyarakat berupa bahan pokok yang dimotori oleh Dinas Sosial setempat. Namun rencana tersebut dieksekusi setelah masa Social Distancing yang berakhir tanggal 31 maret.

“Kita akan rapat terlebih dahulu, apakah masa Social Distancing akan diperpanjang apa tidak. Selanjutnya kita akan gunakan dana DID dan dana Stunting yang ada di masing-masing kelurahan untuk dibagikan kepada warga Metro. Tentunya telah kita rencanakan,” ujar Nasir saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (29/03) pagi. (red)

Tinggalkan Komentar Anda