DPRD Metro Gelar Paripurna Pembahasan Raperda Tahun 2021 dan Adaptasi Kebiasaan Baru

7
DPRD Metro Gelar Paripurna Pembahasan Raperda Tahun 2021 dan Adaptasi Kebiasaan Baru 01
Ist

Sebatin.com, Kota Metro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro gelar Paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Metro APBD 2021 dan Raperda tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Metro tersebut, dipimpin secara langsung oleh Ketua DPRD Kota Metro, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, Senin (16/11/20). “Pembahasan Raperda sebagai tolak ukur rencana pembangunan yang akan dilakukan mendatang,” ujarnya dalam sambutan pembukaan Rapat Paripurna.

“Dan sangat diharapkan mampu membawa Kota Metro untuk semakin maju dan lebih baik,” kata Tondi.

DPRD Metro Gelar Paripurna Pembahasan Raperda Tahun 2021 dan Adaptasi Kebiasaan Baru 02
Ist

Selanjutnya Walikota Metro, Achmad Pairin juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh jajarannya serta seluruh pimpinan dan anggota Legeslatif, atas kebersamaan dan kerjasamannya dalam memikirkan dan mewujudkan program-program yang positif guna kemajuan Kota Metro, terutama terkait perubahan-perubahan regulasi yang sangat signifikan dalam proses perencanaan dan sekaligus penganggaran tahun 2021 ini.

“Tentunya sebagai bagian dari NKRI kita harus menyinkronkan kebijakan besar dan daerah untuk pembangunan Nasional. Selain itu, tentunya kita juga menghindari sangsi pemotongan atau penundaan transfer ditahun depan jika registrasi pusat tidak bisa kita penuhi,” kata Pairin.

Lanjut Pairin, dengan situasi pandemi Covid-19, perhatian sangat besar difokuskan pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial. Maka dirasa perlu adanya kesepakatan regulasi terkait adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan sekaligus pengendalian Covid-19. “Perubahan komposisi struktur APBD yang semula terdapat pos belanja langsung dan belanja tidak langsung kini menjadi belanja operasi, belanja modal tidak terduga dan belanja transfer,” paparnya.

“Dan pendapatan tahun 2021 di proyeksi sebesar Rp908,3 milyar, yang terdiri dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lainnya,” terang Pairin.

DPRD Metro Gelar Paripurna Pembahasan Raperda Tahun 2021 dan Adaptasi Kebiasaan Baru 03
Ist

Selain itu, lanjut Pairin, pendapatan daerah yang sah dari sisi belanja daerah tahun 2021 di proyeksikan sebesar Rp956,3 milyar, yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal, tidak terduga dan belanja transfer.

Namun prioritas belanja harus tetap memperhatikan pelaksanaan kegiatan, terutama dimasa pandemik saat ini, karena pada prinsipnya kesehatan merupakan hak asasi manusia serta salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita cita bangsa Indonesia.

“Maka dalam rangka menjamin kesejahteraan masyarakat, di perlukan adanya sinergi antara pemenuhan kesehatan, keselamatan, serta keberlangsungan prekonomian. Dan Saya juga menyampaikan bahwa hingga saaat ini Kota Metro sudah dalam zona orange, dengan total penderita berjumlah 103 orang,” pungkas Pairin. (Adv)

Tinggalkan Komentar Anda