dr. Wahdi, Pengurai Kebuntuan KAHMI Kota Metro

839
dr. Wahdi, Pengurai Kebuntuan KAHMI Kota Metro
Musyawarah Daerah ke-6 Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Metro, Minggu (5/6/16) di Hotel Grand Sekuntum, Kota Metro. Foto: Embun Sebatin

Sebatin.com – Kegelisahan Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Metro, yang telah sekian lama menggantung kini terjawab sudah. Pasalnya, stagnasi kepemimpinan yang menggelayuti tubuh KAHMI selama hampir lima tahun berjalan, berakhir dengan terpilihnya dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG. sebagai ketua KAHMI Kota Metro periode 2016-2021.

Musyawarah Daerah ke-6 KAHMI Kota Metro baru saja usai digelar pada Minggu (5/06/2016) di Hotel Grand Sekuntum, Kota Metro. Stering Comite (SC) dan Organising Comite (OC) yang mempersiapkan acara hanya dalam waktu 4 hari terbilang sukses melaksanakan kerja kepanitiaan. Meski tidak terlalu optimal dari sisi kuantitas, karena banyak undangan yang berhalangan hadir, tapi secara kualitatif dan refresentatif musda telah berjalan konstitusional dan mampu melahirkan estapeta kepemimpinan sebagai penegas bahwa KAHMI Kota Metro masih ada.

Seperti dibicarakan di banyak kesempatan sebelumnya, bahwa tidak berjalannya kepengurusan KAHMI periode 2012-2017 merupakan preseden buruk yang tak boleh terulang lagi.

“Ini musibah kepemimpinan organisasi dan tak boleh terulang lagi. Kerenanya musda kali ini harus benar dan tepat memilih figur, jangan asal-asalanlah,” ujar salah anggota KAHMI Syaipul Thomi, S.H.

Terpilihnya dr. Wahdi menjadi jawaban dari semua pertanyaan dan pasti bukan keputusan serampangan. Mengingat, kepemimpinan alumnus teladan fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, angkatan 1992 ini telah terbukti nyata di hadapan kita dan masyarakat Kota Metro. Kesibukannya mengelola beberapa rumah sakit dan yayasan miliknya, tak lantas mengendurkan semangat pria kelahiran 1972 ini untuk tetap terlibat aktif di organisasi lainnya. Mobilitas tinggi dan kapabelitas teruji inilah yang mungkin menjadi indikator kenapa peserta Musda memilihnya untuk menahkodai KAHMI Kota Metro hingga 2021 ke depan.

Lepas dari semua seluk-beluk Musda dan figur terpilih, yang pasti ke depan KAHMI Kota Metro tak boleh lagi diam tanpa gerakan apapun.

“Kita semua tidak ingin keberadaan KAHMI sama dengan ketiadaannya. Ada dan tiada sama saja, tidak ada manfaat” ujar salah satu presedium KAHMI Rahmatul Umah, sesaat sebelum dinyatakan domisioner.

(Budiyanto)

Tinggalkan Komentar Anda