Dua Pelaku Perdagangan Prostitusi Anak di Bawah Umur di Amankan Tekab 308 Polsek Raman Utara

145
Dua-Pelaku-Perdagangan-Prostitusi-Anak-di-Bawah-Umur-di-Amankan-Tekab-308-Polsek-Raman-Utara
Ils

Sebatin.com, Lampung Timur – Isu terkait adanya aktivitas perdagangan manusia atau eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) ternyata bukan isapan jempol belaka. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penangkapan dua orang Mucikari asal Kecamatan Raman Utara, pada hari Selasa (08/1/19) lalu, oleh Tekab 308 Polsek Raman Utara.

“Benar, kami telah berhasil mengamankan dua orang tersangka, inisialnya PAR (36) berprofesi sebagai wiraswastawan, dan BV (21) seorang mahasiswi. Keduanya merupakan warga Desa Ratna Jaya, Kecamatan Raman Utara. Penangkapan dilaksanakan atas dasar Laporan Polisi Nomor : LP/ 06 -A/I/2019/Pld Lpg/Res Lamtim/Sek Raman 08 Januari 2019, tentang Tindak Pidana Perdagangan orang / Eksploitasi Seksual terhadap anak dibawah umur”, terang Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro, melalui Kapolsek Raman Utara Iptu Rahadi, di ruang kerjanya Kamis, (10/1/19).

Lanjutnya, penangkapan ke dua pelaku tersebut secara langsung dilaksanakan oleh Tekab 308 Polsek Raman Utara yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Raman Utara, Aipda Ferry Styawan. “Setelah melaksanakan penyelidikan, anggota kami langsung bergerak ke lokasi di mana pelaku berada, yaitu di Desa Ratna Daya Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur”, jelas Kapolsek Raman Utara.

“Ke dua pelaku tersebut mempekerjakan tiga (3) orang perempuan di bawah umur yang berstatus sebagai pelajar, diantaranya CAG (16), SA (15) dan DAK (16). Mereka diperdagangkan untuk melayani hasrat seksual para laki-laki hidung belang, dengan imbalan berupa uang. Lalu, ke dua pelaku mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi yang terjadi antara korban dengan para laki-laki yang telah memesan korban melalui ke dua pelaku”, ungkap Iptu Rahadi.

Dijelaskan pula oleh Iptu Rahadi, bahwa ke dua pelaku tersebut telah melaksanakan aktivitasnya sejak bulan Desember 2018 sampai dengan Januari 2019, di salah satu rumah pelaku. “Dari lokasi tersebut berhasil di amankan barang bukti berupa satu (1) lembar tisu warna putih dengan bekas bercak darah, uang tunai senilai Rp 200.000 dan 1 unit tempat tidur bercorak bunga-bunga”, pungkasnya. (Tarmizi)

Tinggalkan Komentar Anda