Duha Ditangkap, Tegineneng Jadi Target Operasi Polres Kota Metro

638
m duha saat di tangkap polisi
Tersangka Penyalahgunaan narkoba saat di ungkap jajaran satuan reserse narkoba polres kota Metro, Jum'at (20/01/2017). Foto : Arb

Sebatin.com, Kota Metro – Satuan Reserse Narkotika Polres Kota Metro kembali Mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Jum’at (20/01/2017). Dari Hasil pemeriksaan, pelaku yang merupakan resedivis kasus serupa tersebut di tetapkan sebagai pemakai, polisi juga mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,62 gram dan satu unit sepeda motor milik pelaku.

M. Duha Bin Sulaiman (45) tahun warga RT. 027 RW 009 Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, ditangkap satuan reserse narkotika Polres Kota Metro lantaran kedapatan membawa narkoba jenis Sabu seberat 0,62 gram yang diselipkan di celana dalamnya.

Penangkapan tersangka ini bermula ketika jajaran reserse narkoba Polres Kota Metro mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan penyalahgunaan narkoba. Polisi yang mendapat laporan itu Langsung melakukan pengejaran dan pengeledahan dijalan Jendral Sudirman, Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat.

Selain mengamankan barang bukti sabu, polisi juga mengamankan satu unit kendaraan roda dua merk Yamaha RX King milik tersangka.

Dari hasil pemeriksaan polisi, barang haram tersebut didapat dari rekan tersangka yang diduga merupakan salah satu bandar besar yang terdapat di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung

Kasat Narkoba Polres Metro, Ajun Komisaris Polisi Padil A. Rohim menjelaskan, tersangka sempat berkelih ketika dilakukan penangkapan. Ttersangka tersebut juga merupakan resedivis yang telah lama menjadi target operasi (TO) Polres Metro.

m duha saat di tangkap polisi 2
satuan reserse narkoba polres Kota metro saat menggiring M. Duha, pelaku penyalahgunaan narkoba, Jum’at (20/01/2017). Foto : Arb

“Saat dilakukan penangkapan tersangka sempat berkelih jadi agak sulit kita menemukan barang bukti, namun setelah kita lakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa sabu didalam celana dalam. Untuk sementara kita tetapkan sebagai pengguna, karena yang bersangkutan ini resedivis lampung timur dan udah banyak langlang buana di dunia narkoba. Dan ini pemain lama yang sudah lama jadi TO kita,” ucapnya.

Padil juga memaparkan, pihaknya telah menargetkan kecamatan tegineneng untuk mengungkap para pelaku yang diduga sebagai bandar dalam peredaran narkoba di wilayah hukum Kota Metro.

“Seperti biasa ini, pengakuan dari tersangka didapat dari wilayah Tegineneng, namun sampai sekarang ini tetap kita kembangkan, kita kejar dari pada yang menjual ini. Untuk tegineneng sudah menjadi target kita, tinggal kita nanti cari waktu yang pas. Sementara menurut analisa kita dilapangan ya dari tegineneng banyaknya, berarti dikatakan basis,” ujarnya.

Kasat narkoba ini juga menjelaskan, terdapat beberapa kesulitan untuk mengungkap jaringan narkoba di Tengineneng, untuk itu pihaknya tidak menoleransi apabila terdapat oknum aparat yang diduga melindungi kawasan tersebut.

“Yang pertama kesulitannya kalo pada saat kita melakukan evaluasi kegiatan disana tersangka ini licin, pada saat kita melakukan penggrebelan, pada saat kita intip ataupun lidik disana ya selalu tersangka ini tidak ada di tempat. Kalaupun ada tetap akan kita amankan juga siapapun juga dibelakang dia, kita tidak akan toleransi, mau dia aparat atau apapun juga tetap kita selesaikan secara hukum,” jelasnya.

Dan kini polisi tengah memeriksa pelaku untuk mengejar bandar besar tempatnya memesan barang haram tersebut. Selain telah memerikasa dan Mengamankan pelaku, Polisi akan menjeratnya dengan pasal 112 Ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

(Arb)

Tinggalkan Komentar Anda