Dukung Pasangan Prabowo – Sandiaga, ACTA Akan All Out dan Pasang Badan di Jalur Hukum

23
Dukung-Pasangan-Prabowo-–-Sandiaga,-ACTA-Akan-All-Out-dan-Pasang-Badan-di-Jalur-Hukum
Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) usai menggelar deklarasi dukungan pasangan Prabowo - Sandiaga, di di Hotel Ibis, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/18) kemarin. Photo : Dok. ACTA

Sebatin.com, Jakarta – Forum Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Deklarasi dukungan tersebut dilaksanakan di Hotel Ibis, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/18) kemarin.

Dalam rilisnya, Juru Bicara ACTA, Soraya, S., H., menyampaikan, ACTA yang semula mendukung Ustad Abdul Somad sebagai bakal calon wakil presiden (Cawapres), akhirnya, sudah bisa menerima secara logis, apa yang menjadi keputusan dari pilihan partai koalisi terhadap Sandiaga Uno, untuk menjadi bakal calon wakil presiden. “ACTA akan all out dan pasang badan di jalur hukum untuk memenangkan pasangan Prabowo – Sandi, pada Pemilu mendatang”, tulisnya.

Dipaparkan juga dalam rilis media tersebut, tiga isu utama yang menjadi antisipasi dalam konteks advokasi hukum, diantaranya yaitu, Pertama adalah potensi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dan ketidaknetralan penyelenggara negara. “Kami mempertanyakan kehadiran sejumlah Menteri aktif pada saat pendaftaran Jokowi-Ma’ruf Amin ke KPU, pada tanggal 10 Agustus lalu”, jelasnya.

“Saat itu jelas jam kerja dan hari kerja, sehingga seharusnya mereka bekerja sesuai Tupoksi masing-masing. Dan perlu diingat, bahwa Pasal 547 UU Nomor 7 Tahun 2017 jelas melarang pejabat negara melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon. Kami heran mengapa Bawaslu sama sekali tidak bersuara mengenai hal ini”, ujarnya.

Kedua, potensi intimidasi fisik dan hukum terkait perbedaan dukungan politik. “Kami mengingatkan agar penegak hukum benar-benar bisa menjaga netralitas dalam Pemilu ini. Kontestasi Pemilu dengan dua pasangan calon akan sangat ketat. Setiap bentuk ketidaknetralan yang merugikan salah satu pasangan calon akan sangat terlihat dan diketahui masyarakat. Kami ingin penegak hukum tegas dalam menindak kampanye hitam yang ilegal”, tambahnya.

Dan selanjutnya, yang ketiga, adalah politik uang. “Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjauhi dan menolak politik uang dalam bentuk apapun. Kami akan membuat unit khusus untuk berpatroli melawan politik uang. Pelajaran dari Pilkada serentak kemarin, partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu Bawaslu menindak politik uang”, tegasnya.

Dalam rilis tersebut juga disampaikan, ACTA berharap, proses Pemilu tersebut dapat berlangsung dengan tenang dan damai. “Mari kita buktikan bahwa bangsa kita sudah maju dalam berdemokrasi. Perbedaan pilihan politik dan pergantian kepemimpinan nasional adalah hal yang biasa di negara demokrasi, sehingga tidak perlu disikapi secara berlebihan”, pungkas Soraya, S.,H.

(*)

Tinggalkan Komentar Anda