Dukung Pelaksanaan Tugas Dirjen Bea dan Cukai, TNI dan Polri Laksanakan Operasi Pengamanan di Perairan Timur Sumatera

13
Dukung-Pelaksanaan-Tugas-Dirjen-Bea-dan-Cukai,-TNI-dan-Polri-Laksanakan-Operasi-Pengamanan-di-Perairan-Timur-Sumatera
Panglima TNI Masekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Tito Karnavian, usai Konferensi Pers Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, serta Ekspose Hasil Penindakan di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/19) kemarin.

Sebatin.com, Batam – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan melaksanakan operasi pengamanan bersama di wilayah Timur Sumatera, yang di mulai dari Aceh, Medan sampai ke Batam. Hal tersebut diungkapkan Panglima TNI Masekal TNI Hadi Tjahjanto,dalam Konferensi Pers Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, serta Ekspose Hasil Penindakan di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/19) kemarin.

Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bahwa TNI dalam operasi pengamanan wilayah tersebut melibatkan beberapa unsur satuan kewilayahan dan Angkatan Laut. “Dari Armada Barat satu buah KRI kita libatkan untuk melaksanakan patroli rutin di wilayah perairan Indonesia”, ucapnya.

Menurut Panglima TNI permasalahan di lapangan dapat diatasi berkat informasi adanya indikasi penyelundupan di wilayah perairan Indonesia dan diperkuat dengan indikasi adanya kapal apabila lepas dari Syahbandar memasuki wilayah perairan Indonesia maka akan mematikan Automatic Identification System (AIS). “Contohnya penangkapan oleh KRI Sigurot-864 terhadap kapal MV Sunrise Glory yang berusaha menyelundupkan satu ton narkoba jenis sabu, termasuk penangkapan-penangkapan yang dilaksanakan bersama dengan Dirjen Bea dan Cukai. Tujuannya adalah bagaimana memulihkan para importir berisiko tinggi ini kembali kepada kegiatan legal”, jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI juga memberikan penekanan kepada seluruh aparat kewilayahan termasuk Pengamanan Perbatasan (Pamtas) untuk mendukung tugas dari Bea dan Cukai guna mengamankan wilayah-wilayah dari perilaku-perilaku illegal. “Jangan sampai terulang kejadian tahun 2017 diperbatasan wilayah Kalimantan mulai dari Pontianak sampai dengan Kalimantan Utara, disana juga sangat berpotensi terjadinya kegiatan-kegiatan illegal”, pungkasnya.

“Sinergi adalah Synchronized Energy. Energi dari berbagai pihak kita kerahkan dan kita sinkronisasikan, untuk bersama-sama mencapai satu tujuan, yaitu memberikan rasa aman, tentram, dan damai kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para pengguna laut dan lingkungan maritim”, ujar Panglima TNI.

Dirinya juga mengatakan, bahwa komitmen TNI adalah terus mendukung Pemerintah dalam menjaga kedaulatan, mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, membangun kesadaran maritim atau maritime domain awareness bersama komponen bangsa lainnya, serta menjalin hubungan sinergis dengan komponen maritim negara-negara sahabat. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda