Empat Jam Diperiksa, Mustafa Resmi Pakai ‘Seragam’ KPK

231
Bupati Lampung Tengah, Mustafa, usai menjalani pemeriksaan oleh KPK. Foto : Istimewa.

Sebatin.com, Jakarta – Setelah melakukan pemeriksaan, KPK akhirnya resmi menetapkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa sebagai tersangka, setelah sebelumnya juga menetapkan tiga tersangka, yakni, J Natalis Sinaga, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto, Anggota DPRD Lampung Tengah, dan Taufik Rahman, Kepala Dinas PUTR Lampung Tengah, terkait OTT kemarin.

Selain itu, setelah melalukan pemeriksaan selama 4 jam kepada orang nomer satu di Lampung Tengah itu, KPK menahan Mustafa yang juga Calon Gubernur Lampung tersebut.

“Hari ini, Jumat 16 Februari 2018, setelah dilakukan pemeriksaan di Kantor KPK, diputuskan perkara ditingkatkan ke penyidikan dengan tersangka MUS, Bupati Lampung Tengah periode 2015-2020,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, lewat keterangan tertulis, Jumat (16/2/2018).

Natalis dan Rusliyanto, diduga KPK menerima suap dari Taufik untuk melanjarkan pinjaman Pemkab Lampung Tengah kepada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni, PT. Sarana Multi Insfrastruktur, sebesar 300 Miliar. Dana pinjaman tersebut, rencananya akan digunakan untuk membangun insfrastruktur yang akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Untuk mendapat persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan itu, diduga terdapat permintaan dana sebesar Rp 1 miliar,” kata Laode dalam jumpa pers, Kamis, (15/2/2018) kemarin.

Sementara itu, Mustafa yang notabene Bupati Lampung Tengah, menyetujui dan juga berperan sebagai pemberi arahan untuk memberikan suap sebesar 1 Miliar kepada DPRD. Oleh sebab itu, ia diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Diduga atas arahan bupati dana tersebut diperoleh dari kontraktor sebesar Rp 900 juta. Sedangkan Rp 100 juta lainnya untuk menggenapkan jumlahnya berasal dari dana taktis,” tambah Laode.

Mustafa sendiri keluar dari KPK pukul 03.40 dengan memakai peci hitam, dan kemeja warna putih, serta juga rompi oranye KPK. Kemudian, Mustofa menuju Mobil KPK untuk selanjutnya menjalani masa tahanan selama 20 hari pertama. Ia sempat meminta kepada para pendukungnya untuk tetap sabar dan menerima.

“Ini adalah keputusan yang menjadi cobaan saya, tapi saya berharap pada seluruh pendukung saya di Provinsi Lampung untuk tetap sabar dan kami terima,” kata Mustafa sebelum masuk Mobil KPK.

Digali dari berbagai Sumber.
Editor  : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda